Tersangka Pelecehan Institusi Polri Mengaku Kesal pada Polisi

loading…

Candra Harmoko, tersangka kasus pelecehan nama baik institusi Polri mengaku aksinya dilakukannya karena merasa kesal dengan tindakan-tindakan yang dibuat oleh petugas kepolisian. Dokumen/SINDOnews

PADANGSIDIMPUAN – Candra Harmoko, tersangka kasus pelecehan nama baik institusi Polri mengaku aksinya dilakukannya karena merasa kesal dengan tindakan-tindakan yang dibuat oleh petugas kepolisian.

Salah satu penyebab kekesalan itu ketika petugas kepolisian melakukan razia. Menurutnya, oknum dari Satlantas sering menangkap sepeda motor. “Saya kesal melihat petugas Satlantas, karena sering menangkap pengendara,” ujarnya kepada wartawan ketika ditemui.

Ketika membuat status diakun media sosial (medsos) miliknya itu, Candra tidak tidak ada berniat untuk menghina polisi terutma dari Unit Sabhara. “Saat itu, hanya mengingat Unit Sabhara, makanya saya langsung tulis Sabara,” tuturnya.

Dia juga mengaku tidak pernah memiliki masalah dengan anggota kepolisian, terutama dari unit Sabhara. “Saya tidak pernah bermasalah dengan polisi,” ucap laki-laki yang mengaku anak veteran itu.

Sekedar mengingatkan, pada akun media sosial (FB) miliknya bernama Chandra Miyose, tersangka menulis ‘Kau rasakan juga bogemanku polisi bangs**t, masih sabara aja belagu, jangan kau kira aku takut ama uniform kau bia**b, bila perlu Kapolrimu ku bant** bia**b”.

Selain itu, pada akun miliknya, Chandra juga menulis “Boleh coba, jangankan jajaran Polri, keturunan PKI kami hanguskan di bumi NKRI ini. Jangan kalian macam2 dengan kami anak PPM ya tikus curut. Kalian jual kami bant**”.

Dari tangan tersangka, petugas kepolisian mengamankan barang bukti screenshot status yang diduga melecehkan institusi Polri dan Kapolri. Selain itu, polisi juga mengamankan satu buah telpon seluler.

(nag)

You may also like :