Tanah Sekolah Disegel, Ratusan Siswa Tak Bisa Sekolah

loading…

Ratusan siswa SD Negeri 48/VI Desa Biuku Tanjung, Kecamatan Bangko Barat, Kabapuaten Merangin, Jambi tak bisa sekolah karena gerbang dan ruang kelasnya disegel. Foto/SINDOnews/Nanang Fahrurozi

MERANGIN – Ratusan siswa SD Negeri 48/VI Desa Biuku Tanjung, Kecamatan Bangko Barat, Kabapuaten Merangin, Jambi tak bisa sekolah.

Betapa tidak, Senin, (21/1) pagi atau sekitar pukul 06.00 WIB, pagar maupun ruangan yang biasa digunakan para pelajar untuk melakukan aktivitas belajar mengajar secara mengejutkan disegel, atau ditutup dengan menggunakan papan kayu.

Penyegelan gedung SD tersebut diduga dilakukan salah seorang warga setempat yang mengklaim lahan sekolah tersebut merupakan lahan tanah miliknya. Sejauh ini, belum diketahui secara pasti siapa warga yang mengklaim akan lahan tanah sekolah tersebut.

Baca Juga:

“Kebetulan saya tidak masuk sekolah hari ini lantaran sakit, namun ada guru yang melapor kepada saya, jika sekolah disegel warga. Akibatnya, anak-anak tidak bisa masuk dan belajar seperti biasa-nya hingga terpaksa diliburkan,” ujar Syafi’i Kepsek sekolah setempat .

Bahkan Syafi’i mengaku belum bisa memastikan apakah esok hari, aktivitas belajar mengajar di sekolah yang dipimpinnya ini, sudah bisa kembali normal seperti biasa.

“Lihat saja besok, saya belum bisa memastikan apakah anak – anak sudah bisa kembali belajar atau belum,” Tukasnya.

Sementara itu Kadiknas Merangin M Zubir membenarkan adanya penyegelan gedung SD Negeri 48/VI Merangin yang dilakukan warga setempat, dan mengklaim lahan-lahan sekolah tersebut miliknya. Menurut Zubir, sengketa atas lahan sekolah tersebut sudah terjadi sejak lama, atau semenjak SD tersebut dibangun.

“Jika esok hari hal tersebut masih terjadi, maka pihak Diknas Merangin, kemungkinan akan menempuh jalur hukum,” Tandasnya.

(pur)

You may also like :