Praveen/Melati Menang Mudah di Babak Pertama Korea Masters 2018

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. (Foto: Humas PBSI)

Jakarta: Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, melaju ke putaran dua Korea Masters 2018. Tren positif itu mereka raih setelah menaklukkan Chang Ko-Khi/Cheng Chi Ya pada laga pertama, Selasa 27 November.

Tidak ada kesulitan khusus bagi Praveen/Melati untuk menaklukkan Chang/Cheng yang berasal dari Taiwan. Keduanya hanya butuh waktu 26 menit untuk menutup laga dengan skor 21-17 dan 21-14. 

Ketika memainkan game pertama, Chang/Cheng selalu gagal menyalip raihan poin Praveen/Melati. Sedikit perlawanan baru diberikan pada game kedua karena kedua pasangan bersaing sengit berebut poin awal. 

Klik: Indonesia Masters 2019 jadi Turnamen Terakhir Liliyana Natsir

Meski begitu, Praveen/Melati langsung mendominasi permainan setelah kedudukan imbang, 7-7. Saat itu, Chang/Cheng sering melakukan kesalahan sendiri dan pertandingan pun bisa selesai lebih cepat. 

Nova Widianto selaku pelatih ganda campuran Indonesia turut mengapresiasi kemenangan Praveen/Melati. Ia berharap, Praveen/Melati mampu tampil konsisten hingga merebut gelar juara Korea Masters 2018.

“Praveen/Melati punya kualitas. Hanya saja, mereka terkendala fokus permainan saat berhadapan dengan lawan di lapangan,” kata Nova seperti dikutip Antara.

Klik: Atlet Senam Indonesia Raih Prestasi Membanggakan di Jerman

Selanjutnya, pada putaran kedua, Praveen/Melati sudah ditunggu Lee Fang-Chih/Sung Shou Yun yang juga berasal dari Taiwan. Pertandingannya dijadwalkan berlangsung pada Kamis 29 November mendatang.

Selain Praveen/Melati, masih ada tiga ganda campuran Indonesia lainnya yang baru memainkan babak pertamanya pada Rabu 28 November. Mereka semua adalah Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami, Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.

(KAU)

Kejurnas jadi Penilaian Terakhir Promosi-Degradasi PBSI

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti (Foto: A. Firdaus/Medcom.id)

Jakarta: Kejuaraan Nasional PBSI akan digelar di Jakarta pada 18 hingga 22 Desember mendatang. Bagi Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi, Susy Susanti, Kejurnas menjadi seleksi terakhir promosi-degradasi PBSI.

Kejurnas tahun genap ini akan dibagi menjadi dua bagian yaitu divisi I dan divisi II. Ada tiga ketentuan peserta yang masuk ke divisi I, yaitu mereka yang memiliki kontribusi besar dalam mengirim atlet ke Pelatnas PBSI seperti provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur. 

Sementara itu, pada tahun genap ini juga, Kejurnas kelas dewasa akan memainkan nomor beregu campuran yang memainkan nomor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri serta ganda campuran. Sementara kelas taruna memainkan nomor perorangan.

Kelas taruna juga menjadi salah satu tempat ujian para atlet muda serta untuk meninjau hasil pembinaan bibit-bibit muda di klub. Karena mereka lah yang akan menjadi generasi penerus di masa datang.

“Kami akan memulangkan semua atlet ke klub menjelang kejurnas. Akan ada pemanggilan lagi setelah kejurnas, mungkin awal tahun depan akan diumumkan daftar promosi dan degradasi,” ujar Susy seperti rilis yang diterima dari Humas PBSI. 

Pada Kejurnas dua tahun lalu, Kejurnas PBSI 2016 dilangsungkan di Solo, Jawa Tengah. Ketika itu, PB Djarum Kudus menjadi jawara dengan mengalahkan PB Jaya Raya Jakarta dengan skor 3-0. 

Atlet David Jacobs Raih Tiket ke Paralimpiade

(PAT)

Atasi Perlawanan Wakil Jepang, Marcus/Kevin Pecahkan Rekor

Kowloon: Marcus/Kevin memastikan titel ganda putra Hong Kong Open 2018 setelah mengalahkan ganda putra Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. Pasangan yang dijuluki The Minions itu menang lewat straight game 21-13 dan 21-12.

Minions memperagakan permainan dengan tempo cepat dan smes-smes keras. Kombinasi keduanya mampu membawa Marcus/Kevin mengatasi perlawanan Kamura/Sonoda dalam 35 menit.

Permainan dengan tempo cepat diperagakan di game pertama. Marcus/Kevin melancarkan serangan-serangan yang Kamura/Sonoda bertahan dan melakukan kesalahan sendiri. Alhasil Marcus/Kevin unggul 11-7 pada interval.

Setelah interval, Marcus/Kevin masih dominan dan lebih sering menyerang. Hal ini terbukti efektif untuk menembus pertahan Kamura/Sonoda sehingga Minions menang 21-13 di game pertama.

Baca juga: Indonesia Kunci Satu Gelar pada Kejuaraan Dunia Junior BWF 2018

Pada game kedua, Minions masih tampil dominan. Beberapa smes yang mereka lancarkan tak mampu dikembalikan Kamura/Sonoda. Hasilnya mereka mampu memimpin 11-6 pada interval.

Selepas interval, Marcus/Kevin bisa mempertahankan tempo permainan cepat. Hal ini terbukti ampuh untuk mendulang angka karena Minions menang 21-12 atas Kamura/Sonoda.

Kemenangan ini sekaligus membuat Minions memecahkan rekor gelar ganda putra dalam setahun yang sebelumnya mereka pegang. Mereka memenangkan delapan gelar tur dunia tahun 2018, sembilan jika ditambah emas Asian Games 2018.

Video: Kevin/Marcus Melaju ke Final Hong Kong Terbuka

Dua Ganda Campuran Indonesia Melaju ke Perempat Final Hong Kong Open 2018

Praveen Jordan (kiri) bersama partnernya Melati Daeva Oktavianti (dok. PBSI)

Kowloon: Dua wakil ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, berhasil mengalahkan lawannya masing-masing pada babak kedua Hong Kong Open 2018, Kamis 15 November. Dengan begitu, mereka berhak ke perempat final.

Praveen/Melati sukses menyingkirkan wakil Malaysia yang menjadi unggulan kedelapan di turnamen ini, Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai. Mereka menang dua game langsung dengan skor, 21-14 dan 21-16.

Baca juga: Singkirkan Ginting, Jojo Berpeluang Tantang Kento Momota

Sementara itu, Hafiz/Gloria menyingkirkan wakil tuan rumah yang menjadi unggulan ketiga, yakni Tang Chun Man/Tse Ying Suet. Pertandingan baru selesai lewat rubber game dengan skor, 21-16, 14-21 dan 21-15.

Selanjutnya, Praveen/Melati akan kembali menghadapi lawan tangguh pada perempat final, Jumat 16 November mendatang. Mereka ditunggu Wang Yilyu/Juang Dongping asal Tiongkok yang merupakan unggulan kedua.

Di sisi lain, Hafiz/Gloria akan meladeni perlawanan Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai. Ganda campuran Thailand itu lolos ke perempat final setelah menaklukkan pasangan suami istri asal Inggris Chris Adcock/Gabrielle Adcock dengan skor, 23-21 dan 21-12.

Video: Mercedes Rayakan Gelar Juara

(KAU)

Komentar Susy Usai Indonesia Sabet Medali Perunggu di BWF World Junior 2018

Toronto: Tim Indonesia akhirnya meraih medali perunggu pada nomor beregu BWF World Junior Championships 2018. Hasil ini dipastikan usai Indonesia kalah 1-3 dari Korea pada babak semifinal di Markham Pan Am Center, Ontario, Kanada.

Meski tak berhasil melaju ke partai puncak, raihan garuda muda sudah mampu mencapai target awal ke empat besar. Manajer tim Indonesia, Susy Susanti pun menilai perjuangan para atlet sudah cukup maksimal.

“Anak-anak sudah tampil maksimal saat pertandingan. Tapi namanya pemain muda, faktor tekanan ada juga. Sebenarnya memang kami berharap ganda putra, tunggal putra sama ganda campuran kami ambil. Sementara ganda putri dan tunggal putri itu fifty-fifty. Tapi pas ganda putra main pertama, agak sedikit meleset di situ. Dimana faktor ketegangan begitu terasa. Mereka pemain muda dan ini pengalaman pertama juga untuk dapat tanggung jawab sebesar ini. Secara keseluruhan nggak jelek, tapi masih bisa ditingkatkan untuk lebih maksimal lagi,” ujar Susy dilansir badmintonindonesia.org.

Poin pertama gagal diamankan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin untuk tim saat berhadapan dengan Tae Yang Shin/Wang Chan. Leo/Daniel kalah 18-21, 21-16 dan 17-21. Indonesia pun tertinggal 0-1.

Baca: Daftar Juara Fuzhou China Open 2018

Pada partai kedua, Indonesia menurunkan Putri Kusuma Wardani. Sektor tunggal putri ini memang memiliki peluang imbang dengan lawannya Park Ga Eun. Sayang, akhirnya Putri belum mampu memaksimalkan penampilannya dan harus kalah dua game langsung,18-21 dan 18-21.

“Faktor lain memang ada kendala non teknis juga. Saya sempat protes juga saat Putri dikasih kartu merah. Itu kan tidak bagus, apalagi pemain junior. Masa hanya mengelap keringat dikasih kartu merah. Walaupun pada akhirnya itu tidak bisa dijadikan alasan juga. Intinya para atlet sudah berjuang, inilah hasil kami dan memang Korea hari ini bermain lebih bagus,” lanjut Susy.

Tertinggal 0-2 dari Korea, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay kemudian mencoba membuka jalan buat Indonesia. Ia mengalahkan Jeong Min U dengan skor 21-7 dan 21-14.

Sayang setelah kedudukan 1-3, ganda putri Ribka Sugiarto/Febriana Dwipuji Kusuma tak berhasil menang untuk menyamakan kedudukan. Ribka/Febriana kalah dalam 46 menit atas Jang Eun Seo/Lee Jung Hyun, dengan skor 19-21 dan 17-21.

Partai final beregu mempertemukan Korea dengan Tiongkok. Tiongkok kemudian keluar sebagai juara usai menundukkan Korea, 3-1. (Badmintonindonesia)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Bima Sakti Tanggapi Desakan Mundur

(ASM)

Praveen/Melati Tersingkir, Ganda Campuran Indonesia Habis

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. (Foto: Badmintonindonesia.org)

Fuzhou: Ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti gagal melangkah ke semifinal Fuzhou China Open 2018. Mereka dikalahkan oleh wakil Tiongkok, Wang Yilyu/Huang Dongping.

Pertandingan berjalan ketat sejak game pertama. Kejar mengejar angka tersaji. Namun, Praveen/Melati mampu unggul 18-21.

Berlanjut pada game kedua, Wang/Huang tampil lebih agresif. Pola serangan yang dijalankan mampu membuat Praveen/Melati kerepotan. Alhasil, mereka menang 21-16.

Baca: Owi/Butet Kandas di Perempat Final

Pada game penentu, Praveen/Melati terus berupaya untuk mengumpulkan poin. Namun, lagi-lagi, Wang/Huang tampil lebih oke sehingga menutup kedudukan menjadi 21-14.

Kekalahan ini membuat sektor ganda campuran Indonesia di Fuzhou China Open 2018 habis. Sebelumnya, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir juga kandas dari wakil tuan rumah, He Jiting/Du Yue. (Badmintonindonesia)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga
 

Video: Preview Piala AFF: Indonesia vs Singapura

(ASM)

Dendam Terbalaskan, Tontowi/Liliyana ke Babak Dua

Fuzhou: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir melenggang ke babak dua China Open, usai mengalahkan ganda campuran Malaysia, Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai dengan 21-17, 21-19. Kemenangan ini juga membalas kekalahan Tontowi/Liliyana atas Goh/Lai, yang terjadi pada Singapore Open.

Dalam laga pertama di Fuzhou, Tontowi/Liliyana membuat Goh/Lai tak dapat mengembangkan permainan mereka di awal. Namun pada game kedua, ganda campuran Malaysia mulai memberikan perlawanan sengit, Tontowi/Liliyana seringkali tertinggal dalam perolehan angka.

Goh/Lai bahkan sudah unggul 14-10 dan 19-18 di game kedua. Namun Tontowi/Liliyana yang tampil lebih tenang, berhasil menutup peluang lawan untuk memainkan game ketiga.

“Hari ini kami main sudah cukup bagus, dari awal bisa menguasai permainan, kalau lengah bahaya juga. Di game kedua pastinya mereka sudah lebih tahu karakter bola dan lapangan, lebih keluat permainannya, di game terakhir kami lebih tenang,” kata Liliyana setelah permainan.

“Kami bisa beradaptasi dengan suasana lapangan dan kondisi bola. Sedangkan lawan di game pertama belum bisa berkembang. Pasangan ini main cukup safe, nggak gampang mati, kalau tidak dimatikan mereka nggak mati. Mudah-mudahan di pertandingan selanjutnya, kami lebih tahan lagi,” jelas Tontowi.

Pada babak kedua, pasangan yang akrab disapa Owi/Butet ini akan berhadapan dengan ganda campuran Korea Selatan, Kim Hwi Tae/Kim Hye Jeong. Laga tersebut akan menjadi pertemuan pertama kedua pasangan.

“Lawan tidak bisa dianggap enteng, dan kami belum pernah bertemu juga. Shuttlecock yang dipakai di sini cukup berat, harus siap capek, nggak akan mudah,” kata Liliyana.

Eko Yuli Irawan Sukses Pecahkan Dua Rekor Dunia

(ACF)