Perempuan Cantik Berbaju Merah di Tanjakan Gentong

loading…

Kawasan Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Foto/Dok SINDOphoto

Tanjakan Gentong di Tasikmalaya, Jawa Barat, dikenal menjadi momok para pengendara. Tanjakan ekstrem dengan panjang sekitar 20 meteran itu membuat siapa pun pengendara dan apa pun jenis mobilnya harus mengalihkan gigi roda sampai gigi satu.

Tanjakan yang menghubungkan Tasikmalaya-Garut ini memang dikenal dengan medan yang curam dan berbelok. Setiap hari hampir dijumpai truk besar mogok atau sedang berjibaku merayap menaklukkan panjangnya tanjakan. Terlebih malam hari, dipastikan ada saja truk atau bus mogok di tengah tanjakan.

Ketua PWI Tasikmalaya Syamsul Maarif menceritakan seringnya kecelakaan di Tanjakan Gentong. Menurutnya, tahun 80-an kala ia masih aktif sebagai wartawan sebuah surat kabar terkenal di Jawa Barat, tak terhitung berapa kali meliput peristiwa kecelakaan tersebut. Kecelakaan, kata dia, selalu dikaitkan dengan perempuan cantik berbaju merah yang diyakini penunggu tanjakan.

Baca Juga:

“Tanjakan Gentong Tasikmalaya sering memakan korban. Sopir dan kernet angkutan tahun 70-an jika lewat malam hari sering sengaja melempar sebatang rokok menyala bila mobil sudah masuk mulut jembatan tanjakan dekat rumah makan. Setelah itu melaju menapaki tanjakan,” kata Syamsul, Minggu (20/1/2019).

Menurut Syamsul, dari cerita mulut ke mulut, di Tanjakan Gentong ada sosok penunggu seorang perempuan cantik berbaju merah yang pada malam hari senang merokok.

“Ya, katanya supaya kendaraan lancar tidak diganggu harus melempar rokok sedang menyala yang sampai tahun 80-an masih melekat menjadi kebiasaan para sopir,” ujarnya.

Meski demikian, seiring perkembangan zaman, hal tersebut mulai luntur dengan perubahan pola pikir pengemudi serta jalan tanjakan yang terus diperlebar pemerintah.

“Nah, percaya atau tidak? Mitosnya begitu, yang mungkin juga perempuan cantik berbaju merah itu korban kecelakaan di Gentong juga,” tuturnya.

(zik)

You may also like :