Musim Angin Utara, Polisi Imbau Nelayan Tidak Paksakan Diri Melaut

loading…

Kanit Binmas Polsek Bintan Timur, AKP S Sinurat saat menyambangi para nelayan di Pelantar Mapur, Kelurahan Kijang Kota, Selasa (29/1/2019). Foto/Novel M Sinaga

BINTAN – Para nelayan di wilayah pesisir di Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diimbau tidak memaksakan diri turun ke laut (menangkap ikan). Pasalnya, pada musim angin utara ini, angin sangat kencang yang mengkibatkan ombak tinggi di lautan. Kondisi ini sangat membahayakan para nelayan jika berada di tengah laut.

“Saat ini sudah musim angin utara, kita semua pasti tau, terlebih kita adalah masyarakat yang tinggal di pesisir. Ombak kuat serta cuaca ekstrem, pasti melanda daerah kita. Hal ini perlu diwaspadai, terlebih pengguna transportasi laut. Untuk itu para nelayan kita jangan memaksakan diri untuk melaut,” ujar Kanit Binmas Polsek Bintan Timur, AKP S Sinurat saat menyambangi para nelayan di Pelantar Mapur, Kelurahan Kijang Kota, Selasa (29/1/2019).

Imbauan ini disampaikan Sinurat, agar para nelayan khususnya warga Bintan Timur tidak menjadi korban laka-laut yang disebabkan cuaca ekstrem yang saat ini melanda perairan Bintan karena keselamatan nyawa lebih utama. (Baca Juga: Cuaca Buruk, Polres Tanjung Pinang Pantau Aktivitas Pelayaran)

Baca Juga:

“Belakangan ini beberapa kejadian lakalaut sudah terjadi di perairan Bintan, kita tidak ingin ada saudara-saudara yang menajdi korban karena memaksakan diri untuk melaut. Keselamatan yang paling utama,” ujarnya.

Begitu juga saat nanti musim angin utara, Sinurat melanjutkan khususnya kepada nelayan di Bintan Timur agar tetap menjaga keselamatan diri dengan menyiapkan peralatan safety saat berada di tengah laut seperti pelampung dan juga life jaket.

“Setiap kapal nelayan harus dilengkapi life jaket, mengantisipasi jika terjadi lakalaut,” pungkasnya. (Baca Juga: Jateng Bakal Dilanda Hujan Petir, Gelombang Laut 3,5 Meter)
Pada kesempatan itu, Sinurat juga membagikan beberapa perlengkapan life jaket kepada para nelayan yang disambut dengan antusias para nelayan setempat.

Sebelumnya, di Perairan Bintan baru-baru ini telah terjadi lakalaut yang diakibatkan angin kencang dan ombak tinggi yang menghantam kapal nelayan Bintan hingga karam tepatnya di perairan sekitar Pulau Nikoi, Gunung Kijang, Bintan, Minggu (27/1/2019).

Sedikitnya tiga nelayan menjadi korban dan terombang-ambing di atas laut selama 8 jam mengandalkan papan fiber ikan setelah kapal yang ditumpangi pecah dan tenggelam, karena para nelayan tidak memiliki life jaket. Berutung, ketiga nelayan bisa diselamatkan oleh Tim SAR yang dibantu para nelayan setempat.

(rhs)

You may also like :