Kapal Mogok di Tengah Laut, DPRD Raja Ampat Panggil Pengelola

loading…

DPRD Raja Ampat, Papua Barat akan memanggil perusahaan pengelola jasa pelayaran PT Fajar Mulia Line yang mengoperasikan kapal tak laik. Foto/Chanry AS

WAISAI – Komisi B DPRD Raja Ampat, Papua Barat akan memanggil pihak perusahaan pengelola jasa pelayaran PT Fajar Mulia Line yang mengoperasikan kapal tak laik. Beberapa kapal penumpang yang dianggap tidak layak di antaranya Kapal MV Marina Perkasa.

Meski tak laik, kapal ini tetap saja mengangkut penumpang tujuan Sorong-Waisai dan Waisai-Sorong. Apabila dibiarkan, dikhawatirkan nantinya membahayakan keselamatan masyarakat. (Baca Juga: Evakuasi 4 WNA Australia dari Kapal Yacht Berlangsung Dramatis)

Salah satu kejadian yang menjadi perhatian serius pihak Komisi B DPRD Raja Ampat yaitu mogoknya kapal MV Marina Perkasa di tengah laut tepatnya di perairan Tanjung Makoi, perbatasan Sorong Raja Ampat, yang menyebabkan ratusan penumpang terpaksa dipindahkan di tengah laut ke salah satu kapal penumpang KM Sunlia, pada hari Minggu (27/1/2019) lalu.

Baca Juga:

Anggota Komisi B DPRD Raja Ampat, Badaruddin Mayalibit mengatakan kondisi tersebut sangat disayangkan dimana kapal yang diduga sudah tak layak beroperasi, masih tetap berlayar. Untuk itu dalam waktu dekat, pihaknya akan melayangkan surat panggilan kepada pihak operator perusahaan pelayaran kapal tersebut untuk diminta keterangannya soal kondisi kapal tersebut.

Selain pihak perusahaan pelayaran, pihak komisi B Raja Ampat juga akan memanggil instansi terkait dalam hal ini Pihak Administrasi Pelabuhan yang mengeluarkan ijin berlayar bagi kapal tersebut. (Baca Juga: Kapal Motor KM Mitra Usaha Hilang di Perairan Raja Ampat)

“Ini soal keselamatan pelayaran dan penumpang. Kalau kapal yang diduga sudah tidak layak beroperasi harus masuk dalam masa perbaikan atau perawatan,” ungkap Bada Mayalibit di Waisai, Selasa (29/1/2019).

Kapal Mogok di Tengah Laut, DPRD Raja Ampat Panggil Pengelola

Sebelumnya diberitakan, Kapal Marina Perkasa tujuan Sorong-Waisai, pada Minggu (27/01/2019) terpaksa memindahkan ratusan penumpangnya ke KM Sunlia di tengah laut karena kerusakan mesin.

Kejadian itu bukan sekali terjadi dengan KM Marina Perkasa. Beberapa waktu lalu Kapal ini juga sempat mengalami insiden serupa, ketika berlayar dari Waisai ke Sorong, kepalan asap keluar dari lambung mesin sebelah kiri. Akhirnya KM Marina Perkasa memilih balik kembali ke Waisai bersama para penumpangnya.

Salah seorang penumpang Elwi mengatakan awalnya kapal KM Marina Perkasa dari Pelabuhan Rakyat keluar berjalan dengan normal. Ketika melewati Pulau Buaya dan Pulau Senapan kapal ini mulai rewel dan tidak bisa jalan. Untung ada Kapal Sunlia yang saat itu menuju arah yang sama.

Akhirnya Kapten kapal Marina Perkasa meminta bantuan KM Sunlia untuk memindahkan penumpang dari kapal Marina Perkasa ke kapal Sunlia.

Elwi mengatakan, pemindahan penumpang di tengan laut sangat berbahaya. “Coba kalau ada penumpang yang jatuh ke laut. Wah bisa masalah besar itu,” pungkasnya.

(rhs)

You may also like :