Jelang Pemilu 2019, Sebagian Orang Rimba Belum Rekam E-KTP

loading…

Menurut Informasi dari KPU Sarolangun, sudah 731 orang warga SAD masuk DPTHP-2 dan masih ada 83 orang warga SAD Sarolangun yang belum merekam e-KTP. Foto/SINDOnews/Dok

SAROLANGUN – Kehidupan orang rimba atau lebih dikenal dengan Suku Anak Dalam (SAD) Kabupaten Sarolangun, Jambi yang mayoritas mencari nafkah hidup dengan berburu binatang di hutan, menjadi persoalan, belum tercatatnya sekitar 20 persen warga SAD Sarolangun di DPTHP-2 dalam Pemilu 17 April tahun 2019 mendatang.

Kepala Dinas (Kadis) Dukcapil Sarolangun, Helmi mengatakan hal tersebut bukan merupakan kendala dari pihak Dukcapil Sarolangun, tetapi sesunguhnya disebabkan kondisi kultur dan kehidupan SAD yang bekerja dalam memenuhi nafkah hidup dengan cara berburu di hutan.

“Ketika kami ke sana (Pemukiman SAD) banyak di antara mereka yang sedang tidak berada di tempat, dari keterangan yang diperoleh, mereka sedang mencari nafkah dengan berburu di hutan,” ucap Kadis Helmi, Rabu (19/12/2018) kepada awak media.

Kadis menyebut kondisi demikian tidak merupakan kendala untuk merekam e-KTP warga SAD, “Hal ini bukan kendala bagi kami, Dinas Dukcapil punya program yang kontinue dan intens dengan jeput bola ke desa (Jebol Desa) dan Pelayanan keliling (Yanling) setiap hari Senin sampai Kamis,dan terus berupaya maksimal,” tambah Kadis.

Diketahui menurut Informasi dari KPU Sarolangun, sudah 731 orang warga SAD masuk DPTHP-2 dan masih ada 83 orang warga SAD Sarolangun yang belum merekam e-KTP, tetapi sudah masuk ke dalam data Sidalih KPU.

“Ada 83 orang SAD yang belum masuk DPTHP-2, tapi sudah masuk ke dalam Sidalih, bila mereka sudah merekam dan bisa menunjukkan e-KTP atau bisa menunjukkan Surat keterangan telah merekam (Suket), akan bisa memilih, nanti dimasukkan ke dalan daftar pemilih khusus (DPK)”, jelas Ibrahim Komisioner KPU Sarolangun, Selasa (18/12/2018).

(maf)

You may also like :