Di Banten 385 Hektare Sawah Gagal Panen Akibat Banjir

loading…

Dinas Pertanian Provinsi Banten mencatat di awal tahun 2019 seluas 385,75 hektare sawah mengalami gagal panen, karena area persawahan tergenang air. Foto/SINDOnews/Dok

SERANG – Dinas Pertanian Provinsi Banten mencatat di awal tahun 2019 seluas 385,75 hektare sawah mengalami gagal panen. Gagal panen disebabkan area persawahan tergenang air akibat curah hujan yang tinggi.

Luas wilayah area persawahan yang terdampak seluas 3.184,5 hektare dengan sebaran di wilayah Kabupaten Pandeglang menjadi daerah terluas dengan 2.107 hektare dan yang gagal panen seluas 231,25 hektare.

Kabupaten Serang daerah tekena banjir 938,5 hektare dan yang mengalami puso atau gagal panen seluas 152,5 hektare. Kabupaten Lebak luas terdampak 139 hektar dan yang gagal pamen 2 hektar.

Baca Juga:

Kepala Dinas Pertanian Banten Agus Tauchid mengatakan, curah hujan tinggi mengakibatkan area persawahan tergenang air sehingga gagal panen atau puso. Terutama didaerah langganan banjir di Kecamatan Pagelaran, Patia, Sobang, Padarincang.

“Yang pasti puso di daerah yang biasanya banjir, dapat limpahan air hujan yang mengakibatkan sawah mengalami puso,” kata Agus, Rabu (23/1/2019).

Dia menjelaskan, padi yang gagal panen baru berumur sekitar satu bulan, sehingga para petani tidak terlalu merugi membeli pupuk..

“Tingkat kerugian petani belum begitu besar karena ongkos pupuk belum besar. Hanya sajak petani kehilangan jeda waktu tanam,” ujarnya.

Meski demikian, lanjut Agus, Pemprov Banten akan menyiapkan bantuan berupa benih untuk mengganti modal yang sudah dikeluarkan para petani.

Sedangkan petani yang sudah mengasuransikan tanamannya menggunakan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) akan mendapatkan ganti rugi sebesar Rp4 juta per petak.

(maf)

You may also like :