Tiket.com Kejurnas PBSI 2018 Ajang Sarat Gengsi

Keterangan foto kiri ke kanan: Ihsan Maulana, Rian, Fajar, Rian Agung Saputro-Medcom.id/Gregorius

Jakarta: Tiket.com Kejuaraan Nasional (Kejurnas) bulu tangkis 2018 yang digelar PBSI, diyakini bakal menjadi ajang adu gengsi para atlet bulu tangkis nasional. Setidaknya hal itulah yang dirasakan atlet ganda putra Indonesia, Fajar Alfian.

Fajar merupakan atlet dari klub SGS PLN Bandung. Sementara partnernya, Rian Ardianto, atlet klub Jaya Raya Jakarta.

“Gengsinya lebih gede, karena ketemu partner sendiri. Kita juga ingin memberikan perlawanan ke atlet Pelatnas,” kata Fajar ketika ditemui di Hotel Santika, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin 17 Desember 2018.

Baca juga: Tiket.com Kejurnas PBSI 2018 sebagai Ajang Pencarian Bakat Muda Bulu Tangkis

Hal senada diungkapkan Rian. Menurutnya, tidak ada atlet yang mau kalah di Kejurnas. Karena itu, ia ingin memberikan yang terbaik bagi klubnya.

“Saya mau balas budi karena klub sudah mendidik kita. Saya juga mau berikan yang terbaik, karena siapa sih yang mau kalah?” papar Rian yang sudah bergabung dengan Jaya Raya Jakarta sejak usia 16 tahun.

Video: JK Hadiri Penutupan Turnamen Golf Indonesian Masters 2018
 

(RIZ)

Liliyana Natsir Masih Berkompetisi di Kejurnas PBSI 2018

Liliyana Natsir. (Foto: Medcom.id/Zam)

Jakarta: Kejurnas PBSI 2018 akan menjadi momentum terakhir Liliyana Natsir untuk membela klubnya, yakni PB Djarum Kudus. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Fung Permadi selaku manajer klub. 

“Kemungkinan masih akan menurunkan Liliyana karena bakal menjadi penampilan terakhirnya untuk berkontribusi kepada klub,” kata Fung setelah jumpa pers Kejurnas PBSI 2018 di Kelapa Gading, Jakarta, Senin (17/12/2018).

Klik: Hafiz/Gloria Ogah Disamakan dengan Tontowi/Liliyana

Liliyana yang akrab disapa Butet merupakan salah satu ganda campuran terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Karena usianya tidak muda lagi, dia pun memutuskan untuk pensiun pada 2019.

Fung melanjutkan, Butet akan tetap berpasangan dengan Tontowi Ahmad di Kejurnas PBSI 2018. Keikutsertaannya itu  merupakan inisiatif dari Butet atau bukan dari klub PB Djarum.

Klik: Wall Gemilang, Wizards Hancurkan Lakers

“Sebenarnya kami tidak ingin terlalu memaksakan mereka. Tapi, Butet menawarkan diri karena dia sudah tidak jadi pemain pada 2019,” pungkas Fung.

PB Djarum termasuk klub papan atas di kancah bulu tangkis Tanah Air. Mereka kerap melahirkan pebulutangkis andal untuk membela Indonesia di berbagai kejuaraan internasional. (ANT)

(KAU)

Tommy Sugiarto Kalah, Wakil Indonesia Habis sebelum Semifinal

Tommy Sugiarto. (Photo by STR / AFP)

Guangzhou: Tommy Sugiarto kalah dari Kento Momota pada laga ketiga Grup B World Tour Finals 2018, Jumat 14 Desember. Tren negatif ini langsung membuat Tommy tersingkir dari turnamen.

Momota menang atas Tommy dengan skor telak, 21-14 dan 21-8. Pebulu tangkis tunggal putra Jepang itu tidak menemui kesulitan khusus dan bisa menutup laga dalam tempo 35 menit.

Salip menyalip poin hanya terjadi pada awal game pertama. Setelah itu, Tommy gagal memberikan perlawanan dengan baik hingga berakhirnya game kedua.

Klik: Pelatih Bicara Kans Marcus/Kevin ke Semifinal

Momota bukan lawan mudah karena berstatus tunggal putra terbaik dunia. Di sisi lain, Tommy hanya penghuni urutan 10. Catatan pertemuan menyebutkan, Momota juga masih unggul 5-3 atas Tommy.

Hasil laga ketiga membuat Momota meraih tiket semifinal sebagai juara Grup B. Di bawahnya, terdapat Sameer Verna asal India yang menjadi runner up.

Dengan kekalahan Tommy, artinya Indonesia tidak memiliki wakil lagi di ajang World Tour Finals 2018. Sebab, lima wakil lainnya juga kalah pada laga ketiga fase grup. 

(KAU)

PBSI Evaluasi Kegagalan di World Tour Finals

Raut kekecewaan Apriyani Rahayu, pasangan Greysia Polii di ganda putri usai gagal melanjutkan kiprah di BWF World Tour Finals 2018 (Dok. PBSI)

Jakarta: Para pebulu tangkis Indonesia gagal total di ajang BWF World Tour Finals 2018. Target meraih gelar juara yang diusung melayang lebih awal setelah tak ada satu pun wakil Indonesia yang lolos ke semifinal.

Torehan buruk tersebut coba dievaluasi Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI). Enam wakil Indonesia yang lolos ke World Tour di Guangzhou harus terhenti di babak penyisihan grup.

Termasuk sektor ganda putra yang menjadi andalan utama meraih gelar di ajang tersebut. Ganda putra gagal meloloskan pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo karena Marcus mengalami cedera.

“Memang penampilan atlet kami belum maksimal. Jadi memang ada beberapa, yang pertamanya penampilan bagus setelah itu tengah-tengah silang,” ujar Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PBSI, Susy Susanti kepawa awak media, Sabtu 15 Desember.

“Kalau Marcus memang ada cedera sedikit. Kami juga tidak memaksakan takutnya bertambah parah. Lebih baik kami siapkan untuk pertandingan selanjutnya saja,” sambungnya.

Sementara, sektor tunggal putra yang diharapkan juga bisa memberikan kejutan harus pulang dengan tangan hampa. Andalan tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting, dinilai Susy bermain jauh dari performa terbaiknya.

“Mungkin karena padatnya turnamen. Bukannya kami mengambinghitamkan, tapi ada baiknya BWF juga mendengar masukan dari pemain. Kami sebagai pengurus keberatan jika terlalu diporsir. Apalagi untuk pemain yang peringkatnya jauh di atas, diwajibkan mengikuti 12 pertandingan. Tidak boleh tidak hadir, jika tidak hadir denda 5 ribu dollar,” tuturnya.

(REN)

Ahsan/Hendra Buka Asa Lolos Grup

Guangzhou: Ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sukses meraih kemenangan atas perwakilan Taiwan Liao Min Chun/Su Ching Heng pada laga kedua penyisihan Grup B BWF World Tour Finals 2018, Kamis 13 Desember.

Ahsan/Hendra sukses membungkam pasangan nonunggulan dunia itu lewat dua game langsung 21-18, 21-14. Hasil tersebut membuka asa mereka lolos ke babak semifinal. 

Ahsan/Hendra tidak mudah bisa meraih kemenangan tersebut. Keduanya sempat tampil buruk pada awal game pertama, di mana mereka tertinggal 2-8. 

Namun, Ahsan/Hendra sukses memperbaiki performanya. Mereka terus memberikan perlawanan terhadap Liao/Su sehingga mampu menyamakan kedudukan menjadi 14-14. Sejak itu, Ahsan/Hendra sukses merebut keunggulan dan menutup game pertama dengan kemenangan 21-18.

Baca: Anthony Ginting Menyerah dari Wakil Cina Taipei

Performa Liau/Su mulai terlihat mengendur pada game kedua. Buktinya, mereka mampu dibuat Ahsan/Hendra bertekuk lutut dengan skor 6-11 di interval kedua.

Ahsan/Hendra pun semakin percaya diri usai unggul di interval. Mereka terus memperagakan permainan agresif sehingga sukses memenangkan game kedua dengan skor 21-14.

Baca: Juara FIM Asia Supermoto tak Sabar Jajal Sirkuit Kanjuruhan

Ini menjadi kemenangan perdana Ahsan/Hendra di penyisihan grup. Sebelumnya, mereka kalah dari pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe pada laga perdana.

Hasil tersebut juga membuat asa Ahsan/Hendra lolos ke semifinal terbuka. Kini, mereka harus meraih kemenangan saat menghadapi Chen Hung Ling/Wang Chi-Lin pada laga terakhir.

Video: Kevin/Marcus Raih Kemenangan di Laga Perdana BWF World Tour Finals 2018

(ASM)

Lagi, Greysia/Apriyani Menelan Kekalahan

Guangzhou: Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu kembali menelan kekalahan pada penyisihan Grup A BWF World Tour Finals 2018. Teranyar, mereka ditumbangkan pasangan Tiongkok Chen Qingchen/Jia Yifan.

Chen/Jia seolah tidak mendapat perlawanan berarti dari Greysia/Apriyani sepanjang laga. Buktinya, mereka mampu menuai kemenangan lewat straight game 21-14, 21-8.

Bahkan, Greysia/Apriyani sudah tertinggal 4-11 pada interval pertama. Chen/Jia pun semakin percaya diri dan sukses menutup game pertama dengan skor 21-14.

Baca: Marcus/Kevin Susah Payah Tundukkan Pasangan Denmark

Memasuki game kedua, Greysia/Apriyani semakin tertekan. Tak tanggung-tanggung, mereka dibuat tertinggal oleh Chen/Jia dengan skor 4-11 di interval kedua.

Determinasi Chen/Jia pun semakin sulit dihentikan Greysia/Apriyani sejak keunggulan tersebut. Mereka mampu mengalahkan Greysia/Apriyani dengan skor 21-8 pada game kedua.

Baca: Final Trial Game Asphalt Ajang Perang Bintang

Hasil tersebut membuat peluang Greysia/Apriyani lolos ke babak semifinal semakin tipis. Sebab, mereka sudah menelan dua kali kekalahan. Sebelumnya, Greysia/Apriyani menelan kekalahan dari Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi lewat dua game lagnsung 11-21, 16-21 pada laga pertama.

Kini, Greysia/Apriyani dijadwalkan menghadapi perwakilan Tiongkok Du Yue/Li Yinhui pada laga terakhir.

Video: Menu Latihan Pelita Jaya Jelang Seri Ketiga IBL 2018/2019

(ASM)

Hafiz/Gloria Kandaskan Ganda Campuran Nomor Tiga Dunia

Gloria Emanuelle Widjaja mencoba mengembalikan bola disaksikan partnernya, Hafiz Faizal (humas PBSI)

Guangzhou: Ganda campuran Indonesia, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, di luar dugaan mampu mengandaskan ganda campuran nomor tiga dunia asal Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino, lewat rubber game 21-18, 16-21, dan 21-18, Rabu (12/12) sore tadi. Meski demikian, kemenangan Hafiz/Gloria tidak didapat dengan mudah karena membutuhkan waktu 1 jam 9 menit.

Sejak game pertama, pertandingan sudah berlangsung ketat. Terbukti Hafiz/Gloria hanya unggul tipis 11-10 atas Yuta/Arisa di interval. Kemenangan Hafiz/Gloria terbantu berkat tiga poin berturut-turut yang mereka dapatkan sehingga unggul 21-18.

Baca juga: Tommy Sugiarto Lewati Rintangan Perdana

Tak ingin dipermalukan, Yuta/Arisa mencoba bangkit di game kedua, namun mereka justru tertinggal 11-6 di interval. Tapi, setelah interval Yuta/Arisa mencetak 11 angka beruntun untuk mencuri game kedua dengan skor 16-21.

Tak ingin kecolongan, Hafiz/Gloria mencoba tampil fokus di game ketiga. Namun, mereka harus rela tertinggal 8-11 dari Yuta/Arisa. Tapi, Hafiz/Gloria menunjukkan kelasnya dan berbalik unggul 21-18 untuk memenangkan laga perdana grup B.

Di pertandingan kedua, Hafiz/Gloria akan menghadapi pasangan Malaysia, Cheng Peng Soon/Goh Liu Ying. Ini akan menjadi pertemuan perdana kedua pasangan di tur dunia.

Video: Jelang BWF World Tour Finals 2018

(ACF)

Kata Hafiz/Gloria Usai Kandaskan Unggulan Jepang

Guangzhou: Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja di luar dugaan sukses mengandaskan unggulan ketiga asal Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino pada pertandingan pertama Grup B ganda campuran World Tour Finals 2018, Rabu 12 Desember.

Hafiz/Gloria berhasil mengatasi perlawanan Watanabe/Higashino dengan skor 18-21, 21-16, dan 18-21. Sebetulnya Hafiz/Gloria punya peluang menang dua game langsung saat sudah mengamankan game pertama, dan unggul 15-10 di game kedua. 

Namun Watanabe/Higashino mulai menyusul perolehan angka dan mengambil alih permainan. Di game penentuan, Hafiz/Gloria yang tertinggal 16-18 mampu membalikkan keadaan dan akhirnya memenangkan game ketiga.

“Di game pertama, kami mainnya tenang, yakin, usahakan komunikasi sama partner bagus. Kami sudah mempelajari lawan, sudah tahu cara mainnya, tinggal terapkan di lapangan. Karena kami tenang, jadi lebih enak mainnya,” ujar Hafiz di situs resmi PBSI.

“Bola di sini berat, mereka tidak bisa begitu saja mematikan kami dan kami pun sebaliknya. Tadi adu kuat dan jaga fokusnya. Di game kedua kami sudah unggul 15-10 tiba-tiba bingung, dan tersusul lawan karena kami terbawa irama permainan lawan yang lambat,” tambah Gloria.

Kemenangan ini menjadi bekal bagi Hafiz/Gloria dalam menjalani dua pertandingan lainnya demi tiket semifinal. Di pertandingan selanjutnya, Hafiz/Gloria akan berhadapan dengan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dari Malaysia, sebelum ditantang Wang Yilyu/Huang Dongping asal Tiongkok.

“Kami sudah punya modal dengan kemenangan ini, kami harus tingkatkan penampilan kami dan evaluasi kekalahan di game kedua tadi. Usahakan jangan sampai terulang lagi, di World Tour Finals, semua pertandingan itu seperti babak final, jangan sampai lengah, satu poin itu sangat berharga sekali. Kuncinya tenang dan yakin sama permainan kami,” pungkas Hafiz.

(REN)

Beda Nasib Ihsan dan Gregoria

Ihsan Maulana Mustofa. (Foto: Ant/Puspa Perwitasari)

Gwangju: Tunggal putra Indonesia Ihsan Maulana Mustofa tampil gemilang pada babak pertama Korea Masters 2018. Dia menyingkirkan wakil Chinese Taipei, Chen Shiau Cheng.

Ihsan langsung tampil menekan pada game pertama dimulai. Alhasil, Ihsan menang dengan skor 21-9. Pun begitu pada game kedua, Ihsan kembali unggul dengan kedudukan 21-15.

Selanjutnya, Ihsan akan berhadapan dengan Lee Dong Keun. Wakil tuan rumah itu mengalahkan wakil India, Parupalli Kashyap.

Baca: Jalan Rinov/Pitha Mulus 

Pada pertandingan lain, tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung tak bisa lolos ke babak selanjutnya. Langkah Gregoria dihentikan oleh tunggal Tiongkok, Li Xuerui.

Gregoria sempat memaksakan pertandingan hingga memainkan babak rubber game. Namun, Li tampil lebih taktis dan memenangkan pertandingan 21-19 13-21 21-13.

Wakil Indonesia yang mengikuti jejak Gregoria adalah Rusydina Antardayu Riodingin. Dia dikalahkan wakil tuan rumah Kim Hyo Min dengan skor 21-12 21-10. (tournamentsoftware)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: PSM Makassar Rebut Puncak Klasemen Sementara Liga 1

(ASM)

Sejumlah Atlet Bulu Tangkis Indonesia Ikuti Tes CPNS

Kevin Sanjaya Sukamuljo (depan kanan) mengikuti tes CPNS di kantor Badan Kepegawaian Negara, Jakarta, Rabu (28/11) (Dok. Kemenpora)

Jakarta: Pemandangan tak biasa terlihat di gedung kantor Badan Kepegawaian Negara, Jakarta, Rabu 28 November. Sejumlah atlet bulu tangkis Indonesia mengkuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). 

Mereka adalah Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Marcus Fernaldi Gideon, Kevin Sanjaya Sukamuljo, hingga Tontowi Ahmad. Para pebulu tangkis tersebut bersama 96 atlet lainnya mengikuti tes computer asisted.

Anthony Sinisuka Cs merupakan rombongan atlet gelombang kedua yang mengikuti tes CPNS untuk Kemeterian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Sebelumnya, Kemenpora telah melakukan tes serupa di gedung PPPON, Cibubur, Jakarta Timur Oktober lalu.

“Ini merupakan gelombang kedua, karena saat tes pertama banyak atlet yang belum hadir karena ada turnamen dan hal lain,” ujar Sekretaris Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto lewat pesan elektronik kepada Medcom.id.

Namun, menurut Gatot pada tes gelombang kedua ini tidak semua peserta bisa hadir. Dari total 96 atlet yang diundang, sebanyak 74 atlet yang bisa hadir dan sisanya berhalangan.

“Kami juga telah menggelar wawancara kemarin. Yang hadir 43 orang, dan hari ini 21 orang,” sambung Gatot.

Seleksi tes CPNS ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada atlet peraih medali emas SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. Meski mendapat rekomendasi langsung dari Kemenpora, namun mereka tetap harus menjalani rangkaian tes.

(REN)

Dua Tunggal Putri Indonesia Melaju ke Babak Kedua

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Fitriani. (Foto: DOK-MI)

Gwangju: Dua pebulu tangkis tunggal putri Indonesia berhasil melaju ke babak kedua Korea Masters 2018. Keduanya adalah Fitriani dan Lyanny Alessandra Mainaky.

Event Korea Masters 2018 berlangsung di Gwangju Women’s University Stadium selama enam hari (27 November – 2 Desember). Untuk babak pertamanya dimainkan pada Rabu 28 November.

Klik: Beda Nasib Ihsan dan Gregoria

Fitriani lolos dari babak pertama setelah menaklukkan wakil Korea Selatan, Lee Se Yeon. Pertandingannya hanya berlangsung 33 menit sebelum Fitriani tutup dengan skor, 21-15 dan 21-10. 

Sama seperti Fitriani, Lyanny juga melewati babak pertama setelah menaklukkan Bae Ji Won yang berasal dari Korea Selatan. Laga berlangsung agak sengit karena baru selesai dalam tempo 45 menit dengan skor, 22-20 dan 21-18. 

Klik: Iannone Bakal Frustrasi Bersama Aprilia

Selanjutnya, pada babak kedua, Fitriani akan berhadapan dengan unggulan keenam asal Thailand, Busanan Ongbamrungphan. Sementara itu, Lianny masih menunggu pemenang antara Jeon Jui kontra Nitchaon Jindapol.

Indonesia menurunkan empat wakil tunggal putri di ajang Korea Masters 2018. Tapi, Gregoria Mariska Tunjung langsung kalah dari Li Xuerui (Tiongkok), sedangkan Rusydina Antardayu Riodingin takluk dari Kim Hyo Min (Korea Selatan).

(KAU)

PBSI Percaya pada Pemain Muda

Jakarta: Mencari sosok seperti Liliyana Natsir memang tidak mudah. Namun Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) tidak mengambil pusing, lantaran sudah banyak pemain muda yang berprestasi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti, ditemui di GOR Soemantri, Jakarta Selatan, Sabtu, 8 Desember 2018. Dia menyebutkan nama pemain ganda campuran yang mampu meneruskan prestasi Liliyana pada turnamen besar. 

“Saat ini ada beberapa pelapis yang lumayan, seperti Gloria-Hafiz, Ronald-Annisa, dan juga yang juara dunia junior tahun lalu, ada Rinof dan Vita,” ujar Susy. 

Baca juga: Lima Wakil Indonesia Jadi Nominator di Penghargaan BWF

Namun demikian, Susy tidak memungkiri jika prestasi Liliyana-Tantowi masih yang terbaik sejauh ini. Tapi Susy percaya generasi penerus di bawah Liliyana bisa berkembang lebih baik dan akan menghasilkan keuntungan yang besar untuk jangka panjang. 

“Beberapa atlet muda kita sudah menunjukkan kematangan,” ucapnya. 

Butet, sapaan Liliyana mengumumkan pensiun dari bulutangkis karena faktor usia. Indonesia Masters 2019 akan menjadi pertandingan terakhirnya bersama Tantowi Ahmad, alias Owi.

Video: Nominasi BWF Player of the Year 2018

Lima Wakil Indonesia Jadi Nominator di Penghargaan BWF

Jakarta: Ada lima wakil Indonesia yang menjadi nominator pada ajang penghargaan tahunan BWF 2018. Selain ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, ada pula Anthony Sinisuka Ginting.

Kevin/Marcus masuk nominasi dalam kategori Male Player of The Year. Pasangan nomor satu dunia ini berpeluang mempertahankan gelar tersebut jika melihat prestasi sepanjang 2018.

Selain meraup delapan gelar BWF World Tour, medali emas Asian Games juga menjadi koleksi trofi Kevin/Marcus pada tahun ini. Bahkan mereka berpeluang menambah gelar jika berhasil menjuarai turnamen BWF World Tour Finals 2018.

Di sektor putri, ada Apriyani Rahayu yang masuk nominasi dalam kategori Eddy Choong Most Promising Player of The Year. Pebulu tangkis berusia 20 tahun yang berpasangan dengan Greysia Polii ini juga meraih beberapa gelar pada tahun ini.

Sebut saja India Open 2018 dan Thailand Open 2018 berhasil dia rebut bersama Greysia. Selain itu medali perunggu di nomor perorangan dan beregu juga mereka dapatkan pada ajang Asian Games 2018.

Apriyani tak sendiri sebagai wakil Indonesia yang masuk nominasi Eddy Choong Most Promising Player of The Year. Ada juga nama Gregoria Mariska Tunjung. Pebulu tangkis berusia 19 tahun ini juga menjadi nominator pada kategori ini, setelah berhasil finis di semifinal Thailand Open dan Denmark Open. 

Sementara itu tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, masuk dalam nominasi kategori Most Improved Player of The Year. Pebulu tangkis peringkat sembilan dunia itu akan bersaing dengan Seo Seong Jae dari Korea Selatan, Mayu Matsumoto dan Wakana Nagahara (Jepang), ganda putra India, Satwiksairaj Rankireddy/Chiraj Shetty, serta He Jiting dari Tiongkok.

Di Para Badminton, wakil Indonesia, Leani Ratri Oktila masuk dalam kategori Female Player of The Year. Leani merupakan peraih medali emas Asian Para Games 2018 untuk kategori ganda putri SL3-SU5 dan ganda campuran SL3-SU5. 

Pengumuman pemenang penghargaan tahunan BWF bakal dilaksanakan pada gala dinner BWF World Tour Finals yang berlangsung di Guangzhou, Tiongkok, Senin 10 Desember. 

Penghargaan BWF ini merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan federasi bulu tangkis dunia. Pemilihan berdasarkan prestasi atlet sepanjang tahun dan dipilih oleh BWF Awards Commission.

Berikut enam kategori yang diperebutkan dalam BWF Player of The Year:
-Male Player of The Year

1. Kento Momota (Tunggal putra, Jepang)
2. Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuldo (Ganda Putra, Indonesia)
3. Zheng Siwei (Ganda Campuran, Tiongkok)

-Female of The Year
1. Tai Tzu Ying (Tunggal putri, Taiwan)
2. Huang Yaqiong (Ganda campuran, Tiongkok)
3. Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Ganda putri, Jepang)

-Eddy Choong Most Promising Player of the Year
1. Apriyani Rahayu (Ganda putri, Indonesia)
2. He Jiting (Ganda campuran dan putri, Tiongkok)
3. Han Chengkai/Zhou Haodong (Ganda putra, Tiongkok)
4. Gregoria Mariska Tunjung (Tunggal putri, Indonesia)
5. Goh Jin Wei (Tunggal putri, Malaysia)

-Male Para-badminton Player of the Year
1. Lucas Mazur (Prancis)
2. Cheah Liek Hou (Malaysia)
3. Jack Shephard (England)

-Female Para-badminton Player of the Year
1. Sujirat Pookkham (Thailand)
2. Yuma Yamazaki (Jepang)
3. Leani Ratri Oktila (Indonesia)

-Most Improved Player of the Year 
1. Seo Seong Jae (Ganda putra dan campuran, Korea)
2. Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (Ganda putri/Jepang)
3. Satwiksairaj Rankireddy/Chiraj Shetty (Ganda putra, India)
4. He Jiting (Ganda putra dan campuran, Tiongkok)
5. Anthony Sinisuka Ginting (Ganda putra, Indonesia)

Persiapan Hafiz/Gloria Menuju Final BWF 2018

(ACF)

Perasaan Apriyani Masuk Nominasi BWF Player of the Year 2018

Jakarta: Indonesia mengirimkan lima wakil dalam penghargaan tahunan BWF yang digelar Senin 10 Desember nanti. Salah satunya adalah Apriyani Rahayu.

Pebulu tangkis yang berpasangan dengan Greysia Polii di ganda putri Indonesia masuk nominasi dalam kategori Eddy Choong Most Promising Player of the Year. 

“Tahun lalu saya dinominasikan di kategori yang sama, tapi belum bisa menang. Semoga tahun ini bisa menang,” ujar Apriyani kepada Badmintonindonesia.org. 

“Perasaannya masuk nominasi lagi tentu senang karena ada yang mengapresiasi saya, semoga bisa menambah motivasi saya agar dapat prestasi lebih baik lagi,” lanjut Apriyani. 

Dalam kategori ini, Apriyani akan bersaing dengan He Jiting (Ganda campuran dan putri, Tiongkok), Han Chengkai/Zhou Haodong (Ganda putra, Tiongkok), Goh Jin Wei (Tunggal putri, Malaysia). Selain itu ada juga kompatriotnya, yang juga tunggal putri andalan Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung.

“Kans untuk menang award? wah, saya rasa saingannya bagus-bagus semua. Apalagi dari Indonesia ada Gregoria juga,” tambah Apriyani.

Sepanjang 2018 ini, Apriyani mampu meraih juara India Open dan Thailand Open. Bersama Greysia, Apriyani juga meraih medali perunggu di nomor perorangan dan beregu pada ajang Asian Games 2018. 

Persiapan Hafiz/Gloria Menuju Final BWF 2018

(ACF)

Marcus/Kevin Tetap Jadi Tumpuan Utama

Jakarta: Jelang BWF World Tour Finals 2018, para wakil bulu tangkis Indonesia tengah digembleng untuk bisa membenahi segala kekurangan. Dalam turnamen bulu tangkis dunia akhir tahun itu, enam wakil Merah Putih di empat nomor siap bertanding di Tianhe, Guangzhou, Tiongkok, pada 12-16 Desember 2018.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Susy Susanti mengatakan para pebulu tangkis yang berlaga di Guangzhou itu tengah digembleng untuk meningkatkan kekuatan fisik, tenaga, dan kekompakan mereka.

Porsi latihan tersebut diperkuat dengan alasan bahwa sejumlah pebulu tangkis dari Tiongkok dan Jepang terkenal memiliki pola permainan yang agresif. Bahkan, pemain Jepang umumnya disebut kerap memainkan reli panjang yang melelahkan.

“Semua pemain diharapkan bisa mematangkan teknik dan menguatkan fisik selama latihan. Mereka sudah memiliki jam terbang yang terbilang cukup untuk bisa tampil di Tiongkok. Kita berharap permainan nanti stabil, artinya bisa menjaga konsistensi, walaupun memang tidak semua pemain bisa memiliki kemampuan untuk itu,” kata Susy kepada Media Indonesia, kemarin.

Baca: F1 Rilis Jadwal Musim 2019

Saat disinggung mengenai peluang Indonesia di kejuaraan penutup musim tersebut, Susy mengatakan setiap sektor memiliki kesempatan yang sama untuk bisa mempersembahkan gelar juara. Namun, peluang yang paling besar tetap di ganda campuran. Di sektor tersebut, Indonesia akan diwakili Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Di sektor ganda putri, Susy mengatakan tantangan terbesar datang dari Jepang. Susy cukup optimistis Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang menjadi satu-satunya wakil Indonesia bisa masuk babak final.

“Kalau tunggal putra dan ganda campuran, kami harapkan bisa maksimal dan prediksi kami masuk semifinal sangat mungkin terjadi,” jelas Susy.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Gebrakan Kalteng Putra Hadapi Liga 1 2019

(ASM)

Daftar Harga Tiket Indonesia Masters 2019

Anthony Sinisuka Ginting. (Foto: Humas PBSI)

Jakarta: Gelaran Indonesia Masters 2019 World Tour Super 500 semakin dekat menghampiri pecinta bulutangkis Indonesia. Tak perlu menunggu lama lagi, tiket pertandingannya pun sudah dapat dibeli mulai tanggal 17 Desember 2018, melalui online di Blibli.com dan Tiket.com.

”Penonton kini bisa mendapat kesempatan untuk membeli tiket lebih awal, agar bisa aman mendapat kepastian tiket, yang biasanya akan cepat habis di babak perempat final sampai dengan final,” kata Ketua Panitia Pelaksana, Achmad Budiharto dikutip Badmintonindonesia.org.

Indonesia Masters 2019 akan berlangsung pada 22-27 Januari 2019 di Istora Senayan, Jakarta. Perhelatan tahun lalu, dua wakil Indonesia menjadi juara yakni Anthony Sinisuka Ginting dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Baca: Marcus/Kevin Tetap Jadi Tumpuan Utama

Di samping serunya pertandingan, PBSI juga akan menampilkan acara spesial bagi para pecinta bulutangkis di tanah air. Turnamen ini juga bisa disaksikan melalui layar kaca di Kompas TV mulai babak perempat final, pada Jumat 25 Januari 2019.

Berikut daftar harga tiketnya:
22 Januari 2019: VIP Rp100.000, Reguler Rp50.000
23 Januari 2019: VIP Rp150.000, Reguler Rp75.000
24 Januari 2019: VIP Rp150.000, Reguler Rp75.000
25 Januari 2019: VIP Rp300.000, Reguler Rp150.000
26 Januari 2019: VIP R 400.000, Reguler Rp200.000
27 Januari 2019: VIP Rp500.000, Reguler Rp250.000

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Gebrakan Kalteng Putra Hadapi Liga 1 2019

(ASM)

Tiga Ganda Campuran Indonesia Melenggang ke Babak Kedua

Pasangan ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. (Foto: Humas PBSI)

Gwangju: Seluruh laga babak pertama nomor ganda campuran Korea Masters 2018 telah selesai, Rabu 28 November sore WIB. Dari empat wakil Indonesia yang bertanding, hanya satu satu yang gagal, yakni Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami.
 
Alfian/Marsheilla yang berstatus sebagai unggulan kelima kalah dari wakil Korea Selatan, Kim Won Ho/Baek Ha Na dengan skor 19-21 22-20 dan 21-15. Jalannya laga sempat berlangsung sengit selama 56 menit.
 
Beruntung, tren negatif Alfian/Marsheilla tidak diikuti tiga ganda campuran Indonesia lainnya. Sebab, mereka malah mampu lewat straight game atas lawannya masing-masing.

Klik: Resmi Digelar, Proliga 2019 Diikuti 11 Tim
 
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menaklukkan wakil Taiwan, Chang Ko-Chi/Cheng Chi Ya dengan skor, 21-17 dan 21-14. Selanjutnya, pada babak kedua, Praveen/Melati sudah ditunggu Lee Fang-Chih/Sung Shuo Yun yang juga berasal dari Taiwan.
 
Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow menang atas Park Byeong Hun/Kim So Yeong dengan skor, 21-17 dan 13. Mereka hanya butuh waktu 29 menit untuk menuntaskan perlawanan wakil tuan rumah tersebut.
 
Pada babak kedua, Akbar/Winny akan berhadapan dengan Kim Dukyoung/Chang Ye Na yang juga berasal dari Korea Selatan. wakil Indonesia bisa dibilang sedikit diuntungkan karena unggul berdasarkan ranking dunia.

Klik: Sejumlah Atlet Bulu Tangkis Indonesia Ikuti Tes CPNS
 
Tiket babak kedua untuk ganda campuran Indonesia lainnya dipegang Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. Tren positif itu diraih keduanya setelah menaklukkan Po Li-Wei/Chang Ching Hui dengan skor, 21-19 dan 21-16.
 
Selanjutnya pada babak kedua, Rinov/Pitha akan bentrok dengan Ko Sung Hyun/Eom Hye Won yang tampil di babak pertama melalui fase kualifikasi. Laga diprediksi sengit karena Rinov/Pitha itu sendiri berstatus sebagai unggulan keempat.
 
Sejatinya, masih ada Rusydina Antardayu Riodingin yang berstatus sebagai pebulu tangkis ganda campuran Indonesia dan lolos ke babak kedua. Tapi, dia berpasangan dengan pebulu tangkis Malaysia, Mohamad Arif Ab Latif Arif.  

(KAU)

12 Wakil Indonesia Bertanding di Korea Master Hari Ini

Gwangju: Sebanyak 12 wakil Indonesia akan bertanding di Korea Master 2018, Kamis 29 November 2018. Ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti akan tampil pertama menghadapi Lee Fang-Chih/Sung Shou Yun (Chinese Taipei).

Lalu, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari bersua wakil tuan rumah, Ko Sung Hyun/Eom Hye Won. Di nomor tunggal putri, Lyanny Alessandra Mainaky berjumpa wakil Thailand, Nitchaon Jindapol.

Di tunggal putra, Ihsan Maulana Mustofa sudah ditunggu unggulan kedelapan, Lee Dong Keun. Kedua pebulu tangkis sempat bertemu di Indonesia Open 2015. Kala itu, Lee unggul straight game 21-19 21-19.

Pada babak kedua ini, duel rekan senegara juga tersaji. Ya, Shesar Hiren Rhustavito berhadapan dengan Chico Aura Dwi Wardoyo.

Sedangkan ganda putri Ni Ketut Mahadewi Istarani/Virni Putri bertemu dengan pasangan tuan rumah, Kim Hye Jeong/Kong Hee Yong.

Baca: Dua Tunggal Putri Indonesia Melaju ke Babak Kedua

Berikut jadwal wakil Indonesia di Korea Master 2018:

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti v Lee Fang-Chih/Sung Shou Yun (Chinese Taipei)

Ko Sung Hyun/Eom Hye Won (Korea Selatan) v Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari

Po Li-Wei/Wang Chi-Lin (Chinese Taipei) v Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra 

Lyanny Alessandra Mainaky v Nitchaon Jindapol (Thailand)

Kim Dukoyong/Chang Ye Na (Korea Selatan) v Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow

Lee Dong Keun (Korea Selatan) v Ihsan Maulana Mustofa

Hsu Ya Ching/Hu Ling Fang (Chinese Taipei) v Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto

Shesar Hiren Rhustavito v Chico Aura Dwi Wardoyo

Busanan Ongbamrungphan (Thailand) v Fitriani

Ni Ketut Mahadewi Istarani/Virni Putri v Kim Hye Jeong/Kong Hee Yong (Korea Selatan)

Berry Angriawan/Hardianto v Lin Shang Kai/Tseng Min Hao (Chinese Taipei)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Persija Jakarta Rayakan HUT ke-90 Secara Sederhana

(ASM)

Praveen/Melati ke Perempat Final Korea Masters 2018

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva. (MI/RAMDANI)

Gwangju: Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva melaju mulus ke perempat final Korea Masters 2018. Tren positif itu mereka raih setelah menaklukkan wakil Korea Selatan, Lee Fang-Chih/Sung Shuo Yun.

Praveen/Melati bentrok dengan Lee/Sung pada babak kedua, Kamis 29 November pagi WIB. Pertandingannya hanya berlangsung 23 menit ketika ditutup Praveen/Melati dengan skor, 21-15 dan 21-8.

Klik: 12 Wakil Indonesia Bertanding di Korea Master Hari Ini

Praveen/Melati memang lebih superior karena berstatus sebagai unggulan pertama. Selain itu, mereka dan Lee/Sung belum pernah bentrok sebelumnya. 

Lee/Sung selalu gagal memberikan perlawanan dengan baik pada game pertama maupun game kedua. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Praveen/Melati untuk menutup laga dengan cepat.

Klik: Iannone Bakal Frustrasi Bersama Aprilia

Pada perempat final, Praveen/Melati akan berhadapan dengan Kim Won Ho/Baek Ha Na yang juga berasal dari Korea Selatan. Mereka lolos setelah menaklukkan wakil Tiongkok, Ou Xuanyi/Feng Xueying.

Selain Praveen/Melati, masih ada dua ganda campuran Indonesia yang akan berlaga di babak kedua. Mereka semua adalah Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow dan Rinov Rivaldy/PItha Haningtyas Mentari.

(KAU)

Target Anthony Ginting pada BWF World Tour Finals 2018

Jakarta: Pebulutangkis tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting, ditargetkan bisa lolos sampai semifinal turnamen BWF World Tour Finals 2018. Hal tersebut disampaikan pelatih sektor tunggal putra, Hendry Saputra.

Turnamen BWF World Tour Finals tahun ini bakal diselenggarakan pada 12 hingga 16 Desember 2018. Kota Guangzhou, Tiongkok, menjadi tuan rumah turnamen akbar Bulutangkis dunia tersebut.

Indonesia sendiri memiliki enam wakil yang lolos kualifikasi untuk turnamen tersebut. Mereka adalah Tommy Sugiarto, Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (ganda putra), Greysia Polii/Apriyani Rahayu (ganda putri), serta Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja (ganda campuran).

Baca: Tim Karate Inkanas Ikuti Kejuaraan Internasional di Shanghai

“Target kami tentu saja semua atlet dapat bermain dengan sebaik mungkin dengan prestasi terbaik. Kami berharap bisa masuk semifinal,” kata Hendry pada Selasa (4/12/2018) dikutip ANTARA.

Beberapa pebulutangkis bintang dari sektor tunggal putra dipastikan absen pada BWF World Tour Finals tahun ini. Di antaranya ialah Lin Dan (Tiongkok), Viktor Axelsen (Denmark) dan Chen Long (Tiongkok).

Kendati demikian, hal tersebut bukan semata-mata yang membuat Hendry optimis Anthony bakal melaju sampai semifinal. Dengan persiapan intensif, tunggal putra urutan ketujuh dunia itu diyakini meraih hasil maksimal.

“Rencananya, kami akan berangkat ke Tiongkok. Anthony masih terus latihan sekaligus mempersiapkan fisik dan stamina, sehingga bisa tampil maksimal saat pertandingan,” ujar Hendry.

“Meskipun mereka (Lin Dan, Axelsen dan Chen Long) tidak ada, tetap tidak ada pengaruhnya bagi Anthony. Sama saja, yang penting kita harus tetap optimistis kalau kita bisa tampil secara maksimal,” lanjut dia.

Anthony sendiri memang punya modal BWF World Tour Finals 2018. Ia menjuarai Victor China Open 2018 September lalu, usai mengalahkan tunggal putra urutan pertama dunia, Kento Momota, di partai final. (ANT)

(FIR)

Tekuk Unggulan Keenam, Fitriani Melaju ke Perempat Final

Fitriani. (ANTARA FOTO/INASGOC/Hadi Abdullah)

Gwangju: Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Fitriani, berhasil melaju ke perempat final Korea Masters 2018. Tren positif itu ia raih setelah menaklukkan Busanan Ongbamrungphan pada babak kedua, Kamis 29 November.

Bukan tugas mudah bagi Fitriani untuk menaklukkan lawannya yang berstatus sebagai unggulan keenam dari Thailand. Sebab, dia harus bermain selama 53 menit untuk menutup laga dengan skor, 21-18, 12-21 dan 21-11.

Klik: Indonesia Siap Gelar Kejuaraan Akuatik Terbuka 2018

Kemenangan ini membuat Fitriani unggul secara rekor pertemuan dengan Ongbamrungphan dengan skor, 2-1. Sebelumnya, justru Fitriani yang kalah dua game langsung (21-11 dan 21-11) di ajang Thailand Open 2016.

Selanjutnya, Fitriani akan berhadapan dengan Li Xuerui pada fase perempat final, Jumat 30 November mendatang. Tunggal putri asal Tiongkok itu berhasil melewati babak kedua setelah menaklukkan Hung Yi-ting asal Taiwan dengan skor, 21-13 dan 21-11.

Klik: Praveen/Melati ke Perempat Final Korea Masters 2018

Sementara itu, tunggal putri Indonesia lainnya, Lyanny Alessandra Mainaky, malah takluk dari Nitchaon Jindapol dengan skor, 21-10 dan 21-15. Jindapol yang juga berasal dari Thailand tampil dengan status unggulan ketiga.

(KAU)

Praveen/Melati Susah Payah Tembus Semifinal

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Gwangju: Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti berhasil lolos ke semifinal Korea Masters 2018. Tren positif itu mereka raih setelah bertanding susah payah kontra wakil tuan rumah, Kim Won Ho/Baek Ha Na.

Praveen/Melati bentrok dengan Kim/Baek pada fase perempat final, Jumat 30 November. Jalannya pertandingan berlangsung sengit selama sejam ketika ditutup Praveen/Melati dengan skor, 19-21, 21-17 dan 21-18.

Klik: Jadwal Wakil Indonesia di Korea Masters Hari Ini

Praveen/Melati yang berstatus sebagai unggulan pertama sempat kalah lebih dulu pada game pertama. Saat itu mereka memang lebih sering tertinggal dan hanya sekali menyalip poin Kim/Baek, yakni saat kedudukan, 17-16.

Sejatinya, dominasi Kim/Baek tetap berlanjut pada poin-poin awal game kedua. Tapi, Praveen/Melati mampu bangkit dan tidak membiarkan mereka menyalip poin selepas kedudukan, 8-8. Setelah itu, Praveen/Melati bisa merebut game kedua lebih cepat.

Pertandingan makin sengit ketika memainkan game ketiga.  Kim/Baek yang unggul lebih dulu bisa diimbangi Praveen/Melati saat kedudukan 12-12. Keadaan pun baru berbalik ketika kedua pasangan saling menyalip poin hingga skor, 18-18. 

Klik: Tujuh Wakil Indonesia Lolos ke Perempat Final

Selanjutnya pada semifinal, Praveen/Melati akan bentrok dengan Choi Solgyu/Shin Seung Chan yang juga berasal dari Korea Selatan. Choi/Shin melalui perempat final setelah mengalahkan unggulan keenam asal Tiongkok, Lu Kai/Chen Lu, dengan skor 21-16 dan 21-10.

Sementara itu, Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow malah kandas di perempat final setelah berhadapan dengan Ko Sung Hyun/Eom Hye Won (Korea Selatan). Dengan begitu artinya, Praveen/Melati menjadi tumpuan Indonesia untuk merebut gelar juara dari nomor ganda campuran.

(KAU)

Tunggal Putri Indonesia Habis di Perempat Final

Fitriani. (Foto: Humas PBSI)

Gwangju: Fitriani terhempas dari ajang Korea Masters 2018. Itu terjadi setelah dia berhadapan dengan pebulu tangkis tunggal putri asal Tiongkok, Li Xuerui pada fase perempat final, Jumat 30 November.

Tidak ada kesulitan khusus bagi Li untuk menaklukkan Fitriani yang termasuk salah satu tunggal putri terbaik Indonesia. Dia hanya butuh waktu 27 menit untuk menutup laga dengan skor 21-14 dan 21-12.

Klik: Praveen/Melati Susah Payah Tembus Semifinal  

Jalannya laga memang tampak tidak berimbang baik pada game pertama dan game kedua. Saat itu, Fitriani selalu kesulitan memberi perlawanan dan selalu tertinggal cukup jauh.

Secara di atas kertas, Li memang sedikit lebih unggul karena ranking dunianya (31) berselisih tiga strip dengan Fitriani (34). Meski begitu, kedua pemain memang belum pernah bentrok sebelumnya.

Klik: Tujuh Wakil Indonesia Lolos ke Perempat Final

Dengan kegagalan Fitriani, artinya Indonesia juga telah gagal mencuri gelar juara lewat nomor tunggal putri di ajang Korea Masters 2018. Sebab, tiga wakil lainnya sudah gugur lebih dulu daftar poker.

Lyanny Alessandra Mainaky terhempas pada babak kedua. Sementara itu, Gregoria Mariska Tunjung dan Rusydina Antardayu Riodingin langsung gugur di babak pertama.

(KAU)

Hasil Final Turnamen Badminton Antarmedia PLN CUP 2018

Jakarta: Tim Net TV berhasil menjadi juara pada Turnamen Badminton Antarmedia PLN CUP 2018. Mereka sukses menaklukkan tim TVRI pada babak final digelar di GOR Pusdiklat PLN Ragunan, Jakarta, Sabtu 1 Desember. Sementara tim badminton Petro Energy dan Metro TV 1 harus puas di tempat ketiga dan keempat dalam turnamen berhadiah total Rp25,5 juta tersebut. 

Turnamen yang diikuti sebanyak 22 tim dari media di Jakarta itu berlangsung pada 24-25 November dan 1-2 Desember 2018. 

Turnamen Badminton PLN Cup 2018 merupakan kejuaraan badminton antarmedia yang pertama kali digelar oleh PLN. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, 24-25 November dan 1-2 Desember 2018 dan diikuti oleh 22 tim.

Baca: Lorenzo Naik Meja Operasi Lagi 

“Turnamen ini menjadi ajang silaturahmi antara kawan-kawan media yang semoga nanti hasilnya semakin kompak di lapangan dalam menyampaikan informasi. Ini juga sebagai bentuk sinergi antara teman teman media dan PLN,” ujar Direktur Bisnis Regional Sulawesi PLN Syamsul Huda di sela penutupan Turnamen Badminton Antarmedia PLN Cup 2018 di GOR Pusdiklat PLN Ragunan, Jakarta Selatan, kemarin. 

Dia menambahkan PLN sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga berkontribusi terhadap pengembangan olahraga nasional. Hal ini dibuktikan dengan dukungan terhadap pengembangan klub bulu tangkis dan bola voli. 

Ketua panitia PLN Cup 2018, Rakhmat Hadi Sucipto mengatakan, melalui kegiatan ini media diajak serius berkompetisi sekaligus menjalin keakraban dan networking antarjurnalis. Selain itu, juga hubungan PLN dan media terjalin lebih baik lagi.

Baca: Diterkam Raptors, Cavaliers Makin Terpuruk

“Semoga ke depan kegiatan ini bisa berlanjut dan semakin baik lagi,” katanya.

PLN Cup 2018 memberikan hadiah yang cukup besar bagi para pemenang. Juara pertama akan mendapatkan hadiah Rp10 juta, juara kedua Rp8 juta, juara tiga Rp5 juta, dan juara empat Rp2,5 juta. Sementara itu, Medcom.id yang juga turut berpartisipasi tersandung oleh TVRI di perempat final lantaran kalah 0-2.

Video: Kontingen Banten Juara Umum Kejurnas Muay Thai

(RIZ)

Praveen/Melati Terhenti di Semifinal Korea Masters 2018

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. (Foto: Humas PBSI)

Gwangju: Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, gagal mempersembahkan prestasi terbaik di ajang Korea Masters 2018. Itu terjadi karena keduanya gugur pada fase semifinal, Sabtu 1 Desember.

Praveen/Melati gugur di semifinal karena tak sanggup membendung perlawanan wakil Korea Selatan, Choi Solgyu/Shin Seung Chan. Meski begitu, mereka tetap berjuang maksimal di sepanjang pertandingan.

Klik: Tunggal Putri Indonesia Habis di Perempat Final

Butuh waktu sekitar sejam bagi Choi/Shin untuk menghentikan perjuangan Praveen/Melati. Laga baru bisa mereka tutup setelah tampil habis-habisan dengan skor ketat, 22-20, 18-21 dan 21-17.

Sesuai dengan hasil akhir yang tertera, momen paling seru memang terjadi pada game pertama. Pasalnya, Praveen/Melati yang tertinggal lebih dulu malah mampu mengimbangi raihan poin saat kedudukan 16-16. Sayang, mereka kurang konsisten saat memainkan poin deuce.

Klik: Praveen/Melati Susah Payah Tembus Semifinal

Permainan Praveen/Melati mulai membaik ketika memainkan game kedua. Mereka jarang melakukan kesalahan sendiri dan bahkan bisa mencetak tujuh pun secara beruntun. Kondisi ini membuat Choi/Shin kalah pada game kedua.

Ketika memainkan game ketiga, Choi/Shin seperti sudah bisa membaca permainan Praveen/Melati. Pasalnya, mereka bisa menang lebih cepat dan raihan poinnya pun tak pernah disalip Praveen/Melati.

Dengan kekalahan Praveen/Melati, artinya Indonesia hanya menyisakan satu wakil di fase semifinal, yakni ganda putri Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto. Keduanya akan tampil sesaat lagi kontra Chang Ye Na/Jung Kyung Eun (Korea Selatan).

(KAU)

Yulfira/Jauza Tak Berdaya di Semifinal

Ilustrasi bulu tangkis. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Gwangju: Pebulu tangkis ganda putri Indonesia, Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto, terhempas dari semifinal Korea Masters 2018, Sabtu 1 Desember. Dengan begitu, habis sudah seluruh wakil Indonesia.

Chang Ye Na/Jung Kyung Eun dari Korea Selatan menjadi lawan Yulfira/Jauza di semifinal. Mereka hanya butuh waktu 34 menit untuk menutup laga dengan skor, 21-10 dan 21-16.

Perbedaan kekuatan tampak jelas ketika memainkan game pertama. Sebab, Chang/Jung mampu meraih 10 poin tanpa kejaran Yulfira/Jauza. Selain itu, Yulfira/Jauza juga sering melakukan kesalahan.

Klik: Praveen/Melati Terhenti di Semifinal Korea Masters 2018

Perlawanan baru ditunjukkan saat memainkan game kedua. Permainan Yulfira/Jauza mulai membaik dan cukup sering juga menyalip poin Chang/Jung. Sayang, mereka tak berdaya selepas kedudukan 16-16.

Sejatinya, Chang/Jung memang lebih baik ketimbang Yulfira karena  sedang bertengger di ranking 19 dunia. Tapi, Yulfira/Jauza yang berada di peringkat 61 belum pernah bentrok dengan mereka.

Dengan kekalahan ini, artinya habis sudah wakil Indonesia di ajang Korea Masters 2018. Sebelumnya Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti juga mampu melangkah ke semifinal, tapi dia kalah dari wakil Korea Selatan, Choi Solgyu/Shin Seung Chan.

(KAU)

Indonesia Kirim Dua Wakil ke Semifinal Korea Masters 2018

Gwangju: Para pebulu tangkis Indonesia makin berguguran pada perempat final Korea Masters 2018, Jumat 30 November. Terhitung dari tujuh wakil yang turun, hanya dua saja yang lolos ke semifinal.
 
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menjadi wakil Indonesia pertama yang lolos ke semifinal. Tren positif itu mereka raih setelah manaklukkan ganda campuran Korea Selatan, Kim Won Ho/Baek Ha Na.

Klik: Tunggal Putri Indonesia Habis di Perempat Final
 
Meski berstatus sebagai unggulan pertama, Praveen/Melati tetap harus bersusah payah untuk menaklukkan Kim/Baek. Sebab, laga baru selesai dalam tempo sejam ketika ditutup dengan skor, 19-21, 21-17 dan 21-18.
 
Satu tiket semifinal lainnya direbut Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto yang tampil di nomor ganda putri. Tren positif itu mereka raih setelah mengalahkan Go Ah Ra/Yoo Chae Ran yang juga berasal dari Korea Selatan.  

Klik: Praveen/Melati Susah Payah Tembus Semifinal
 
Tidak ada kesulitan khusus bagi Yulfira/Jauza untuk menghentikan perlawanan Go/Yoo. Keduanya hanya butuh waktu 44 menit untuk menutup laga dengan skor, 21-15 dan 21-17.
 
Selain Praveen/Melati dan Yulfira/Jauza tidak ada wakil Indonesia lainnya yang lolos ke semifinal. Berikut hasil lengkapnya:
 
Hasil lengkap wakil Indonesia di perempat final Korea Masters 2018:
 
Tunggal Putra
Son Wan Ho (Korea Selatan)
      vs     16-21, 21-17 dan 21-13
Ihsan Maulana Mustofa [kalah]
 
Lee Zii Jia (Malaysia)      
         vs        21-14 dan 21-13        
Shesar Hiren Rhustavito [kalah]
 
Ganda Putra
Kim Sa Rang/Tan Boon Heong     (Korsel/Malaysia)
        vs        21-16 dan 21-17
Berry Angriawan/Hardianto [kalah]
 
Ganda Putri
Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto [menang]
    vs       21-15 dan 21-17
Go Ah Ra/Yoo Chae Ran (Korea Selatan)
 
Tunggal Putri
Li Xuerui              (Tiongkok)
   vs        21-14 dan 21-12
Fitriani [kalah]
 
Ganda Campuran
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti [menang]
          vs       19-21, 21-17 dan 21-18
Kim Won Ho/Baek Ha Na [Korea Selatan]
 
Ko Sung Hyun/Eom Hye Won (Korea Selatan       
          vs        21-15 dan 21-16
Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow [kalah]

(KAU)

Jadwal Wakil Indonesia pada Semifinal Korea Masters 2018

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Praveen Jordan (kanan) dan Melati Daeva Oktavianti. (Foto: Ant/Muhammad Adimaja)

Gwangju: Indonesia masih menjaga asa di Korea Masters 2018. Dua wakil tim Merah Putih bertanding pada semifinal hari ini, Sabtu 1 Desember 2018.

Ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti akan bersua wakil tuan rumah, Choi Solgyu/Shin Seung Chan. Berdasarkan catatan statistik yang ada, kedua pasangan ini belum pernah bertemu.

Namun, melihat perbandingan ranking dunia, Praveen/Melati berada di urutan 15. Sedangkan Choi/Shin berada di urutan 234.

Indonesia juga mengirimkan wakil ganda putri. Mereka ialah Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto. Nantinya, Yulfira bersua unggulan tiga turnamen, Chang Ye Na/Jung Kyung Eun.

Baca: Indonesia Kirim Dua Wakil ke Semifinal Korea Masters 2018

Kedua pasangan juga belum pernah bertemu di semua ajang. Menengok peringkat dunia, ganda putri Korsel berada di urutan 19. Sedangkan wakil Indonesia berada di urutan 61.

Berikut jadwal Korea Masters 2018 hari ini:
Ganda campuran:
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti v Choi Solgyu/Shin Seung Chan

Ganda putri: 
Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto v Chang Ye Na/Jung Kyung Eun

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Ratu Tisha: Persidangan Kasus Pengaturan Skor Sudah Berlangsung

(ASM)

Tujuh Wakil Indonesia Lolos ke Perempat Final

Ihsan Maulana Mustofa, satu dari tujuh wakil Indonesia yang lolos ke perempat final (Foto: Humas PBSI)

Gwangju: Indonesia mengirimkan tujuh wakil ke perempat final Korea Masters 2018. Mereka di antaranya, Fitriani dari sektor tunggal putri dan Praveen Jordan/Melati Daeva di nomor ganda campuran.

Selain itu, masih di ganda campuran, Indonesia juga mengirimkan Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow ke perempat final. Unggulan kedelapan ini berhasil menghentikan langkah ganda Korea Selatan, Kim Dukyoung/Chang Ye Na.

Prestasi menyingkirkan wakil tuan rumah juga dilakukan oleh Ihsan Maulana Mustofa. Berhadapan dengan unggulan kedelapan, Lee Dong Keun, Ihsan menang dua game langsung, 21-15 21-18.

Ada yang bertahan, ada pula yang tersingkir. Setidaknya ada lima wakil Merah Putih yang harus terhenti langkahnya pada babak kedua ini. 

Salah satunya adalah ganda putri Ni Ketut Mahadewi Istarani/Virni Putri. Ni Ketut/Virni disingkirkan oleh wakil Korsel, Kim Hye Jeong/Kong Hee Yong 17-21 19-21.

Berikut wakil Indonesia yang lolos ke perempat final:
Tunggal putri
Fitriani

Ganda campuran
Praveen Jordan/Melati Daeva 
Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow

Tunggal putra
Ihsan Maulana Mustofa
Shesar Hiren Rhustavito

Ganda putri
Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto

Ganda putra
Berry Angriawan/Hardianto

Leo/Indah Raih Juara Dunia Bulutangkis Junior 2018

(ACF)

Jadwal Wakil Indonesia di Korea Masters Hari Ini

Ganda Putra Indonesia Hardianto (kanan) dan Berry Angriawan (kirii). (Foto: Ant/ Akbar Nugroho Gumay)

Gwangju: Tujuh wakil Indonesia akan bertanding pada perempat final Korea Masters 2018, Jumat 30 November. Tunggal putra dan ganda campuran mengirimkan masing-masing dua wakil.

Ihsan Maulana Mustofa dan Shesar Hiren Rhustavito mewakili tunggal putra Indonesia. Sesuai jadwal, Ihsan akan bertemu unggulan pertama tuan rumah, Son Wo Ho. Sedangkan Shesar, dia ditunggu oleh Lee Zii Jia dari Malaysia.

Di nomor ganda camuran, Praveen Jordan/Melati Daeva bersua Kim Won Ho/Baek Ha Na. Lalu, Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow bertemu Ko Sung Hyun/Eom Hye Won.

Pertandingan sulit juga dihadapi tunggal putri, Fitriani. Dia akan berhadapan dengan eks peringkat satu dunia asal Tiongkok, Li Xuerui.

Baca: Tujuh Wakil Indonesia Lolos ke Perempat Final

Berikut ini jadwal wakil Indonesia har ini/:
Praveen Jordan/Melati Daeva v Kim Won Ho/Baek Ha Na (Korsel)

Berry Angriawan/Hardianto v Kim Sa Rang/Tai Boon Heong (Korsel/Malaysia)

Son Wan Ho (Korsel) v Ihsan Maulana

Go Ah Ra/Yoo Chae Ran (Korsel) v Yulifa Barkah/Jauza Fadhila

Lee Zii Jia (Malaysia) v Shesar Hiren

Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow v Ko Sung Hyun/Eom Hye Won (Korsel)

Li Xuerui (Tiongkok) v Fitriani

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga
 

Video: Bursa Pelatih Timnas Indonesia

(ASM)

Praveen/Melati Menang Mudah di Babak Pertama Korea Masters 2018

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. (Foto: Humas PBSI)

Jakarta: Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, melaju ke putaran dua Korea Masters 2018. Tren positif itu mereka raih setelah menaklukkan Chang Ko-Khi/Cheng Chi Ya pada laga pertama, Selasa 27 November.

Tidak ada kesulitan khusus bagi Praveen/Melati untuk menaklukkan Chang/Cheng yang berasal dari Taiwan. Keduanya hanya butuh waktu 26 menit untuk menutup laga dengan skor 21-17 dan 21-14. 

Ketika memainkan game pertama, Chang/Cheng selalu gagal menyalip raihan poin Praveen/Melati. Sedikit perlawanan baru diberikan pada game kedua karena kedua pasangan bersaing sengit berebut poin awal. 

Klik: Indonesia Masters 2019 jadi Turnamen Terakhir Liliyana Natsir

Meski begitu, Praveen/Melati langsung mendominasi permainan setelah kedudukan imbang, 7-7. Saat itu, Chang/Cheng sering melakukan kesalahan sendiri dan pertandingan pun bisa selesai lebih cepat. 

Nova Widianto selaku pelatih ganda campuran Indonesia turut mengapresiasi kemenangan Praveen/Melati. Ia berharap, Praveen/Melati mampu tampil konsisten hingga merebut gelar juara Korea Masters 2018.

“Praveen/Melati punya kualitas. Hanya saja, mereka terkendala fokus permainan saat berhadapan dengan lawan di lapangan,” kata Nova seperti dikutip Antara.

Klik: Atlet Senam Indonesia Raih Prestasi Membanggakan di Jerman

Selanjutnya, pada putaran kedua, Praveen/Melati sudah ditunggu Lee Fang-Chih/Sung Shou Yun yang juga berasal dari Taiwan. Pertandingannya dijadwalkan berlangsung pada Kamis 29 November mendatang.

Selain Praveen/Melati, masih ada tiga ganda campuran Indonesia lainnya yang baru memainkan babak pertamanya pada Rabu 28 November. Mereka semua adalah Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami, Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.

(KAU)

Kejurnas jadi Penilaian Terakhir Promosi-Degradasi PBSI

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti (Foto: A. Firdaus/Medcom.id)

Jakarta: Kejuaraan Nasional PBSI akan digelar di Jakarta pada 18 hingga 22 Desember mendatang. Bagi Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi, Susy Susanti, Kejurnas menjadi seleksi terakhir promosi-degradasi PBSI.

Kejurnas tahun genap ini akan dibagi menjadi dua bagian yaitu divisi I dan divisi II. Ada tiga ketentuan peserta yang masuk ke divisi I, yaitu mereka yang memiliki kontribusi besar dalam mengirim atlet ke Pelatnas PBSI seperti provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur. 

Sementara itu, pada tahun genap ini juga, Kejurnas kelas dewasa akan memainkan nomor beregu campuran yang memainkan nomor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri serta ganda campuran. Sementara kelas taruna memainkan nomor perorangan.

Kelas taruna juga menjadi salah satu tempat ujian para atlet muda serta untuk meninjau hasil pembinaan bibit-bibit muda di klub. Karena mereka lah yang akan menjadi generasi penerus di masa datang.

“Kami akan memulangkan semua atlet ke klub menjelang kejurnas. Akan ada pemanggilan lagi setelah kejurnas, mungkin awal tahun depan akan diumumkan daftar promosi dan degradasi,” ujar Susy seperti rilis yang diterima dari Humas PBSI. 

Pada Kejurnas dua tahun lalu, Kejurnas PBSI 2016 dilangsungkan di Solo, Jawa Tengah. Ketika itu, PB Djarum Kudus menjadi jawara dengan mengalahkan PB Jaya Raya Jakarta dengan skor 3-0. 

Atlet David Jacobs Raih Tiket ke Paralimpiade

(PAT)

Atasi Perlawanan Wakil Jepang, Marcus/Kevin Pecahkan Rekor

Kowloon: Marcus/Kevin memastikan titel ganda putra Hong Kong Open 2018 setelah mengalahkan ganda putra Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. Pasangan yang dijuluki The Minions itu menang lewat straight game 21-13 dan 21-12.

Minions memperagakan permainan dengan tempo cepat dan smes-smes keras. Kombinasi keduanya mampu membawa Marcus/Kevin mengatasi perlawanan Kamura/Sonoda dalam 35 menit.

Permainan dengan tempo cepat diperagakan di game pertama. Marcus/Kevin melancarkan serangan-serangan yang Kamura/Sonoda bertahan dan melakukan kesalahan sendiri. Alhasil Marcus/Kevin unggul 11-7 pada interval.

Setelah interval, Marcus/Kevin masih dominan dan lebih sering menyerang. Hal ini terbukti efektif untuk menembus pertahan Kamura/Sonoda sehingga Minions menang 21-13 di game pertama.

Baca juga: Indonesia Kunci Satu Gelar pada Kejuaraan Dunia Junior BWF 2018

Pada game kedua, Minions masih tampil dominan. Beberapa smes yang mereka lancarkan tak mampu dikembalikan Kamura/Sonoda. Hasilnya mereka mampu memimpin 11-6 pada interval.

Selepas interval, Marcus/Kevin bisa mempertahankan tempo permainan cepat. Hal ini terbukti ampuh untuk mendulang angka karena Minions menang 21-12 atas Kamura/Sonoda.

Kemenangan ini sekaligus membuat Minions memecahkan rekor gelar ganda putra dalam setahun yang sebelumnya mereka pegang. Mereka memenangkan delapan gelar tur dunia tahun 2018, sembilan jika ditambah emas Asian Games 2018.

Video: Kevin/Marcus Melaju ke Final Hong Kong Terbuka

Dua Ganda Campuran Indonesia Melaju ke Perempat Final Hong Kong Open 2018

Praveen Jordan (kiri) bersama partnernya Melati Daeva Oktavianti (dok. PBSI)

Kowloon: Dua wakil ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, berhasil mengalahkan lawannya masing-masing pada babak kedua Hong Kong Open 2018, Kamis 15 November. Dengan begitu, mereka berhak ke perempat final.

Praveen/Melati sukses menyingkirkan wakil Malaysia yang menjadi unggulan kedelapan di turnamen ini, Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai. Mereka menang dua game langsung dengan skor, 21-14 dan 21-16.

Baca juga: Singkirkan Ginting, Jojo Berpeluang Tantang Kento Momota

Sementara itu, Hafiz/Gloria menyingkirkan wakil tuan rumah yang menjadi unggulan ketiga, yakni Tang Chun Man/Tse Ying Suet. Pertandingan baru selesai lewat rubber game dengan skor, 21-16, 14-21 dan 21-15.

Selanjutnya, Praveen/Melati akan kembali menghadapi lawan tangguh pada perempat final, Jumat 16 November mendatang. Mereka ditunggu Wang Yilyu/Juang Dongping asal Tiongkok yang merupakan unggulan kedua.

Di sisi lain, Hafiz/Gloria akan meladeni perlawanan Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai. Ganda campuran Thailand itu lolos ke perempat final setelah menaklukkan pasangan suami istri asal Inggris Chris Adcock/Gabrielle Adcock dengan skor, 23-21 dan 21-12.

Video: Mercedes Rayakan Gelar Juara

(KAU)

Komentar Susy Usai Indonesia Sabet Medali Perunggu di BWF World Junior 2018

Toronto: Tim Indonesia akhirnya meraih medali perunggu pada nomor beregu BWF World Junior Championships 2018. Hasil ini dipastikan usai Indonesia kalah 1-3 dari Korea pada babak semifinal di Markham Pan Am Center, Ontario, Kanada.

Meski tak berhasil melaju ke partai puncak, raihan garuda muda sudah mampu mencapai target awal ke empat besar. Manajer tim Indonesia, Susy Susanti pun menilai perjuangan para atlet sudah cukup maksimal.

“Anak-anak sudah tampil maksimal saat pertandingan. Tapi namanya pemain muda, faktor tekanan ada juga. Sebenarnya memang kami berharap ganda putra, tunggal putra sama ganda campuran kami ambil. Sementara ganda putri dan tunggal putri itu fifty-fifty. Tapi pas ganda putra main pertama, agak sedikit meleset di situ. Dimana faktor ketegangan begitu terasa. Mereka pemain muda dan ini pengalaman pertama juga untuk dapat tanggung jawab sebesar ini. Secara keseluruhan nggak jelek, tapi masih bisa ditingkatkan untuk lebih maksimal lagi,” ujar Susy dilansir badmintonindonesia.org.

Poin pertama gagal diamankan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin untuk tim saat berhadapan dengan Tae Yang Shin/Wang Chan. Leo/Daniel kalah 18-21, 21-16 dan 17-21. Indonesia pun tertinggal 0-1.

Baca: Daftar Juara Fuzhou China Open 2018

Pada partai kedua, Indonesia menurunkan Putri Kusuma Wardani. Sektor tunggal putri ini memang memiliki peluang imbang dengan lawannya Park Ga Eun. Sayang, akhirnya Putri belum mampu memaksimalkan penampilannya dan harus kalah dua game langsung,18-21 dan 18-21.

“Faktor lain memang ada kendala non teknis juga. Saya sempat protes juga saat Putri dikasih kartu merah. Itu kan tidak bagus, apalagi pemain junior. Masa hanya mengelap keringat dikasih kartu merah. Walaupun pada akhirnya itu tidak bisa dijadikan alasan juga. Intinya para atlet sudah berjuang, inilah hasil kami dan memang Korea hari ini bermain lebih bagus,” lanjut Susy.

Tertinggal 0-2 dari Korea, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay kemudian mencoba membuka jalan buat Indonesia. Ia mengalahkan Jeong Min U dengan skor 21-7 dan 21-14.

Sayang setelah kedudukan 1-3, ganda putri Ribka Sugiarto/Febriana Dwipuji Kusuma tak berhasil menang untuk menyamakan kedudukan. Ribka/Febriana kalah dalam 46 menit atas Jang Eun Seo/Lee Jung Hyun, dengan skor 19-21 dan 17-21.

Partai final beregu mempertemukan Korea dengan Tiongkok. Tiongkok kemudian keluar sebagai juara usai menundukkan Korea, 3-1. (Badmintonindonesia)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Bima Sakti Tanggapi Desakan Mundur

(ASM)

Praveen/Melati Tersingkir, Ganda Campuran Indonesia Habis

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. (Foto: Badmintonindonesia.org)

Fuzhou: Ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti gagal melangkah ke semifinal Fuzhou China Open 2018. Mereka dikalahkan oleh wakil Tiongkok, Wang Yilyu/Huang Dongping.

Pertandingan berjalan ketat sejak game pertama. Kejar mengejar angka tersaji. Namun, Praveen/Melati mampu unggul 18-21.

Berlanjut pada game kedua, Wang/Huang tampil lebih agresif. Pola serangan yang dijalankan mampu membuat Praveen/Melati kerepotan. Alhasil, mereka menang 21-16.

Baca: Owi/Butet Kandas di Perempat Final

Pada game penentu, Praveen/Melati terus berupaya untuk mengumpulkan poin. Namun, lagi-lagi, Wang/Huang tampil lebih oke sehingga menutup kedudukan menjadi 21-14.

Kekalahan ini membuat sektor ganda campuran Indonesia di Fuzhou China Open 2018 habis. Sebelumnya, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir juga kandas dari wakil tuan rumah, He Jiting/Du Yue. (Badmintonindonesia)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga
 

Video: Preview Piala AFF: Indonesia vs Singapura

(ASM)

Dendam Terbalaskan, Tontowi/Liliyana ke Babak Dua

Fuzhou: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir melenggang ke babak dua China Open, usai mengalahkan ganda campuran Malaysia, Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai dengan 21-17, 21-19. Kemenangan ini juga membalas kekalahan Tontowi/Liliyana atas Goh/Lai, yang terjadi pada Singapore Open.

Dalam laga pertama di Fuzhou, Tontowi/Liliyana membuat Goh/Lai tak dapat mengembangkan permainan mereka di awal. Namun pada game kedua, ganda campuran Malaysia mulai memberikan perlawanan sengit, Tontowi/Liliyana seringkali tertinggal dalam perolehan angka.

Goh/Lai bahkan sudah unggul 14-10 dan 19-18 di game kedua. Namun Tontowi/Liliyana yang tampil lebih tenang, berhasil menutup peluang lawan untuk memainkan game ketiga.

“Hari ini kami main sudah cukup bagus, dari awal bisa menguasai permainan, kalau lengah bahaya juga. Di game kedua pastinya mereka sudah lebih tahu karakter bola dan lapangan, lebih keluat permainannya, di game terakhir kami lebih tenang,” kata Liliyana setelah permainan.

“Kami bisa beradaptasi dengan suasana lapangan dan kondisi bola. Sedangkan lawan di game pertama belum bisa berkembang. Pasangan ini main cukup safe, nggak gampang mati, kalau tidak dimatikan mereka nggak mati. Mudah-mudahan di pertandingan selanjutnya, kami lebih tahan lagi,” jelas Tontowi.

Pada babak kedua, pasangan yang akrab disapa Owi/Butet ini akan berhadapan dengan ganda campuran Korea Selatan, Kim Hwi Tae/Kim Hye Jeong. Laga tersebut akan menjadi pertemuan pertama kedua pasangan.

“Lawan tidak bisa dianggap enteng, dan kami belum pernah bertemu juga. Shuttlecock yang dipakai di sini cukup berat, harus siap capek, nggak akan mudah,” kata Liliyana.

Eko Yuli Irawan Sukses Pecahkan Dua Rekor Dunia

(ACF)