Daftar Pebulu Tangkis Indonesia untuk China Open 2018

Fuzhou: Untuk kedua kalinya di tahun 2018 ini, para pebulu tangkis Indonesia akan berlaga di Tiongkok. Kali ini, pemain-pemain elite kembali turun pada turnamen bertajuk China Open 2018 tersebut.

Namun demikian, persiapan menjelang turnamen level super 750 tersebut menjelang singkat, atau tepatnya kurang dari satu pekan. Pasalnya, para pebulu tangkis elite kita baru saja menyelesaikan dua turnamen Eropa, yakni Denmark Open dan French Open.

Dari sektor tunggal putra, pemain-pemain unggulan seperti Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie akan diturunkan. Seperti diketahui, Ginting sebelumnya menjadi juara pada China Open 2018 (Guangzhou), 18 September silam.Lalu, ganda putra rangking pertama dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, juga akan menjajal turnamen ini. Duo berjuluk Minions tersebut sukses memenangkan Denmark Open, namun harus kandas di final French Open oleh pasangan Tiongkok, Han Chengkai/Zhou Haodong.

Selain mereka, beberapa pasangan seperti Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dari ganda campuran dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu juga akan ikut SBOBET bertanding. Sementara sektor ganda putri hanya dengan dua wakil.

Putaran pertama China Open 2018 akan mulai digelar pada Selasa 6 November besok. Turnamen ini akan berlangsung hingga babak final pada akhir pekan, Minggu 11 November.

Daftar Pebulu tangkis Indonesia untuk China Open 2018 dan Lawannya di Putaran Pertama

Tunggal Putra

Ihsan Maulana Mustofa vs Hsu Jen Hao (TPE)
Tommy Sugiarto vs Wong Wing Ki Vincent (HKG)
Jonatan Christie vs Prannoy H.S. (IND)
Anthony Sinisuka Ginting vs Qiao Bin (CHN)

Ganda Putra

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo vs Lee Jhe-Huei/Lee Yang (TPE)
Berry Angriawan/Hardianto vs Goh V Shem/Tan Wee Kiong (MAS)
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Liao Min Chun/Su Ching Heng (TPE)
Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso vs Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh (THA)
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan vs Huang Kaixiang/Wang Zekang (CHN)

Ganda Campuran

Akbar Bintang Cahyono/Winny Oktavina Kandow vs Xiangyu Ren/Zhou Chaomin (CHN)
Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja vs Dechapol Puavaranukroh/Saspiree Taerattanachai (THA)
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir vs Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai (MAS)
Ricky Karandasuwardi/Della Destiara Haris vs Joachim Fischer Nielsen/Alexandra Boje (DEN)
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti vs Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa (IND)
Rinov Rivaldy/Debby Susanto vs Ronan Labar/Audrey Mittelheisser (FRE)

Tunggal Putri

Yulia Yosephin Susanto vs Gao Fangjie (CHN)
Lyanny Alessandra Mainaky vs Ratchanok Intanon (THA)

Ganda Putri

Greysia Polii/Apriyani Rahayu (Bye)

Tekuk Wakil Tiongkok, Ketut/Rizki Melaju ke Semifinal

Pebulu tangkis ganda putri Indonesia, Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta. (Foto: Humas PBSI)

Saarbrucken: Pebulu tangkis ganda putri Indonesia, Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta, berhasil melaju ke semifinal SaarLorLux Open 2018. Tren positif itu mereka raih setelah menaklukkan wakil Tiongkok, Li Wenmei/Zheng Yu.

Ketut/Rizki bentrok dengan Li/Zheng pada fase perempat final di venue Saarlandhalle, Saarbrucken, Jerman, Jumat 2 November. Pertandingannya berlangsung sengit selama 40 menit dengan skor akhir, 22-20 dan 21-19.

Salip menyalip poin sudah terjadi ketika memainkan game pertama. Meski bisa menang, selisih raihan poin Ketut/Rizki dengan Li/Zheng tidak pernah terlampau jauh. Raihan skor beruntun tertinggi Ketut/Rizki hanya tiga poin.

Pertandingan makin menarik ketika game kedua. Li/Zheng yang mendominasi permainan malah dibendung Ketut/Rizki saat skor 19-19. Setelah itu, keadaan berbalik dan pertandingan pun bisa dimenangkan Ketut/Rizki.

Berdasarkan catatan di atas kertas, Ketut/Rizki memang lebih unggul atas Li Zheng karena peringkat dunia mereka lebih baik. Meski begitu, keduanya sama-sama berada di deretan 150 besar dunia grapfik sbobet indonesia.

Selanjutnya, pada semifinal yang berlangsung Sabtu 3 November, Ketut/Rizki akan berhadapan dengan wakil tuan rumah, Linda Efler/Isabel Herttrich. Mereka lolos ke perempat final setelah mengalahkan unggulan keempat asal Rusia, Anastasia Chervyakova/Olga Morozova.

Ketut/Rizki merupakan satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil lolos ke semifinal. Tadinya, ada Fitriani yang  tanding di perempat final tunggal putri. Tapi dia dikalahkan unggulan pertama asal Tiongkok, Gao Fangjie.

(KAU)

Atasi Perlawanan Wakil Jepang, Marcus/Kevin Pecahkan Rekor

Kowloon: Marcus/Kevin memastikan titel ganda putra Hong Kong Open 2018 setelah mengalahkan ganda putra Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. Pasangan yang dijuluki The Minions itu menang lewat straight game 21-13 dan 21-12.

Minions memperagakan permainan dengan tempo cepat dan smes-smes keras. Kombinasi keduanya mampu membawa Marcus/Kevin mengatasi perlawanan Kamura/Sonoda dalam 35 menit.

Permainan dengan tempo cepat diperagakan di game pertama. Marcus/Kevin melancarkan serangan-serangan yang Kamura/Sonoda bertahan dan melakukan kesalahan sendiri. Alhasil Marcus/Kevin unggul 11-7 pada interval.

Setelah interval, Marcus/Kevin masih dominan dan lebih sering menyerang. Hal ini terbukti efektif untuk menembus pertahan Kamura/Sonoda sehingga Minions menang 21-13 di game pertama.

Baca juga: Indonesia Kunci Satu Gelar pada Kejuaraan Dunia Junior BWF 2018

Pada game kedua, Minions masih tampil dominan. Beberapa smes yang mereka lancarkan tak mampu dikembalikan Kamura/Sonoda. Hasilnya mereka mampu memimpin 11-6 pada interval.

Selepas interval, Marcus/Kevin bisa mempertahankan tempo permainan cepat. Hal ini terbukti ampuh untuk mendulang angka karena Minions menang 21-12 atas Kamura/Sonoda.

Kemenangan ini sekaligus membuat Minions memecahkan rekor gelar ganda putra dalam setahun yang sebelumnya mereka pegang. Mereka memenangkan delapan gelar tur dunia tahun 2018, sembilan jika ditambah emas Asian Games 2018.

Video: Kevin/Marcus Melaju ke Final Hong Kong Terbuka

Dua Ganda Campuran Indonesia Melaju ke Perempat Final Hong Kong Open 2018

Praveen Jordan (kiri) bersama partnernya Melati Daeva Oktavianti (dok. PBSI)

Kowloon: Dua wakil ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, berhasil mengalahkan lawannya masing-masing pada babak kedua Hong Kong Open 2018, Kamis 15 November. Dengan begitu, mereka berhak ke perempat final.

Praveen/Melati sukses menyingkirkan wakil Malaysia yang menjadi unggulan kedelapan di turnamen ini, Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai. Mereka menang dua game langsung dengan skor, 21-14 dan 21-16.

Baca juga: Singkirkan Ginting, Jojo Berpeluang Tantang Kento Momota

Sementara itu, Hafiz/Gloria menyingkirkan wakil tuan rumah yang menjadi unggulan ketiga, yakni Tang Chun Man/Tse Ying Suet. Pertandingan baru selesai lewat rubber game dengan skor, 21-16, 14-21 dan 21-15.

Selanjutnya, Praveen/Melati akan kembali menghadapi lawan tangguh pada perempat final, Jumat 16 November mendatang. Mereka ditunggu Wang Yilyu/Juang Dongping asal Tiongkok yang merupakan unggulan kedua.

Di sisi lain, Hafiz/Gloria akan meladeni perlawanan Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai. Ganda campuran Thailand itu lolos ke perempat final setelah menaklukkan pasangan suami istri asal Inggris Chris Adcock/Gabrielle Adcock dengan skor, 23-21 dan 21-12.

Video: Mercedes Rayakan Gelar Juara

(KAU)

Komentar Susy Usai Indonesia Sabet Medali Perunggu di BWF World Junior 2018

Toronto: Tim Indonesia akhirnya meraih medali perunggu pada nomor beregu BWF World Junior Championships 2018. Hasil ini dipastikan usai Indonesia kalah 1-3 dari Korea pada babak semifinal di Markham Pan Am Center, Ontario, Kanada.

Meski tak berhasil melaju ke partai puncak, raihan garuda muda sudah mampu mencapai target awal ke empat besar. Manajer tim Indonesia, Susy Susanti pun menilai perjuangan para atlet sudah cukup maksimal.

“Anak-anak sudah tampil maksimal saat pertandingan. Tapi namanya pemain muda, faktor tekanan ada juga. Sebenarnya memang kami berharap ganda putra, tunggal putra sama ganda campuran kami ambil. Sementara ganda putri dan tunggal putri itu fifty-fifty. Tapi pas ganda putra main pertama, agak sedikit meleset di situ. Dimana faktor ketegangan begitu terasa. Mereka pemain muda dan ini pengalaman pertama juga untuk dapat tanggung jawab sebesar ini. Secara keseluruhan nggak jelek, tapi masih bisa ditingkatkan untuk lebih maksimal lagi,” ujar Susy dilansir badmintonindonesia.org.

Poin pertama gagal diamankan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin untuk tim saat berhadapan dengan Tae Yang Shin/Wang Chan. Leo/Daniel kalah 18-21, 21-16 dan 17-21. Indonesia pun tertinggal 0-1.

Baca: Daftar Juara Fuzhou China Open 2018

Pada partai kedua, Indonesia menurunkan Putri Kusuma Wardani. Sektor tunggal putri ini memang memiliki peluang imbang dengan lawannya Park Ga Eun. Sayang, akhirnya Putri belum mampu memaksimalkan penampilannya dan harus kalah dua game langsung,18-21 dan 18-21.

“Faktor lain memang ada kendala non teknis juga. Saya sempat protes juga saat Putri dikasih kartu merah. Itu kan tidak bagus, apalagi pemain junior. Masa hanya mengelap keringat dikasih kartu merah. Walaupun pada akhirnya itu tidak bisa dijadikan alasan juga. Intinya para atlet sudah berjuang, inilah hasil kami dan memang Korea hari ini bermain lebih bagus,” lanjut Susy.

Tertinggal 0-2 dari Korea, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay kemudian mencoba membuka jalan buat Indonesia. Ia mengalahkan Jeong Min U dengan skor 21-7 dan 21-14.

Sayang setelah kedudukan 1-3, ganda putri Ribka Sugiarto/Febriana Dwipuji Kusuma tak berhasil menang untuk menyamakan kedudukan. Ribka/Febriana kalah dalam 46 menit atas Jang Eun Seo/Lee Jung Hyun, dengan skor 19-21 dan 17-21.

Partai final beregu mempertemukan Korea dengan Tiongkok. Tiongkok kemudian keluar sebagai juara usai menundukkan Korea, 3-1. (Badmintonindonesia)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Bima Sakti Tanggapi Desakan Mundur

(ASM)

Praveen/Melati Tersingkir, Ganda Campuran Indonesia Habis

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. (Foto: Badmintonindonesia.org)

Fuzhou: Ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti gagal melangkah ke semifinal Fuzhou China Open 2018. Mereka dikalahkan oleh wakil Tiongkok, Wang Yilyu/Huang Dongping.

Pertandingan berjalan ketat sejak game pertama. Kejar mengejar angka tersaji. Namun, Praveen/Melati mampu unggul 18-21.

Berlanjut pada game kedua, Wang/Huang tampil lebih agresif. Pola serangan yang dijalankan mampu membuat Praveen/Melati kerepotan. Alhasil, mereka menang 21-16.

Baca: Owi/Butet Kandas di Perempat Final

Pada game penentu, Praveen/Melati terus berupaya untuk mengumpulkan poin. Namun, lagi-lagi, Wang/Huang tampil lebih oke sehingga menutup kedudukan menjadi 21-14.

Kekalahan ini membuat sektor ganda campuran Indonesia di Fuzhou China Open 2018 habis. Sebelumnya, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir juga kandas dari wakil tuan rumah, He Jiting/Du Yue. (Badmintonindonesia)

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga
 

Video: Preview Piala AFF: Indonesia vs Singapura

(ASM)

Dendam Terbalaskan, Tontowi/Liliyana ke Babak Dua

Fuzhou: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir melenggang ke babak dua China Open, usai mengalahkan ganda campuran Malaysia, Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai dengan 21-17, 21-19. Kemenangan ini juga membalas kekalahan Tontowi/Liliyana atas Goh/Lai, yang terjadi pada Singapore Open.

Dalam laga pertama di Fuzhou, Tontowi/Liliyana membuat Goh/Lai tak dapat mengembangkan permainan mereka di awal. Namun pada game kedua, ganda campuran Malaysia mulai memberikan perlawanan sengit, Tontowi/Liliyana seringkali tertinggal dalam perolehan angka.

Goh/Lai bahkan sudah unggul 14-10 dan 19-18 di game kedua. Namun Tontowi/Liliyana yang tampil lebih tenang, berhasil menutup peluang lawan untuk memainkan game ketiga.

“Hari ini kami main sudah cukup bagus, dari awal bisa menguasai permainan, kalau lengah bahaya juga. Di game kedua pastinya mereka sudah lebih tahu karakter bola dan lapangan, lebih keluat permainannya, di game terakhir kami lebih tenang,” kata Liliyana setelah permainan.

“Kami bisa beradaptasi dengan suasana lapangan dan kondisi bola. Sedangkan lawan di game pertama belum bisa berkembang. Pasangan ini main cukup safe, nggak gampang mati, kalau tidak dimatikan mereka nggak mati. Mudah-mudahan di pertandingan selanjutnya, kami lebih tahan lagi,” jelas Tontowi.

Pada babak kedua, pasangan yang akrab disapa Owi/Butet ini akan berhadapan dengan ganda campuran Korea Selatan, Kim Hwi Tae/Kim Hye Jeong. Laga tersebut akan menjadi pertemuan pertama kedua pasangan.

“Lawan tidak bisa dianggap enteng, dan kami belum pernah bertemu juga. Shuttlecock yang dipakai di sini cukup berat, harus siap capek, nggak akan mudah,” kata Liliyana.

Eko Yuli Irawan Sukses Pecahkan Dua Rekor Dunia

(ACF)